Menu

Kasus Kelam Pemerkosaan Bocah Cantik Secara Brutal di Kamar Mandi Gereja Jadi Inspirasi Film Hope, Bikin Netizen TikTok Marah

Devi 17 Jun 2021, 11:05
Foto : Kumparan.com
Foto : Kumparan.com

RIAU24.COM - Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Cho Doo-soon terhadap seorang bocah cantik, sempat membuat warga Korea Selatan marah. Diketahui, pada tahun 2008 sebuah kasus pemerkosaan dan kekerasaan didapatkan seorang anak perempuan berumur 8 tahun bernama Nayoung. Kejadian tersebut terjadi saat si gadis kecil bernama Nayoung sedang dalam perjalanan menuju sekolahnya.

Tiba-tiba seorang pria berumur 57 tahun dengan inisial Cho menyeretnya ke sebuah toilet gereja yang tidak terpakai dan memperkosanya berkali-kali. Dalam serangan brutal tersebut, bocah itu menderita luka parah dan berkepanjangan. Bahkan dokter harus mengangkat anus dan usus sang bocah karena mengalami luka yang sangat serius.

Tersangka Cho kemudian ditangkap 3 hari kemudian.

Dilansir dari Associated Press, Cho Doo-soon hanya diganjar hukuman 12 tahun penjara dengan alasan terdakwa melakukan pemerkosaan itu dalam keadaan mabuk. Dianggap tidak setimpal, ribuan masyarakat Korea menuntut hukuman lebih besar untuk pemerkosa seperti Cho.

Kasus pemerkosaan tersebut mengejutkan dan membuat ngeri seluruh warga dan memicu curahan simpati publik untuk gadis itu, yang menginspirasi film hit pada 2013 berjudul "Hope".

Sinopsi film Hope ini kini kembali ramai diperbincakan di media sosial TikTok. Bahkan dibagikan hingga ratusan ribu kali. Para netizen yang menonton sinopsis ini marah dan geram karena sang pekaku hanya diganjar hukuman yang ringan.

Sinopsis Film Hope
Dirilis pada tahun 2013, film asal negeri Korea Selatan ini merupakan hasil karya sutradara terkenal Lee Joonik. Lee Joonik merupakan orang dibalik kesuksesan film King and The Clown yang merupakan salah satu film terbaik milik negeri ginseng. Pada tahun 2013, Lee Joonik menggandeng Sol Kyungu, Uhm Jiwon dan Lee Re untuk membuat film yang diangkat dari kasus pemerkosaan di Korea Selatan.

Cerita dimulai dengan menampilan sebuah keluarga kecil yang bahagia. Memiliki satu anak perempuan berumur 8 tahun yang cantik dan pintar bernama Sowon menambah rasa bahagia keluarga tersebut. 

Namun suatu hari sebuah tragedi menghampiri keluarga kecil ini. Saat perjalanan menuju sekolah, Sowon diperkosa dan dipukuli oleh seorang pria tua yang sedang mabuk. Akibat kejadian itu, Sowon menderita trauma yang sangat parah membuatnya menolak untuk bertemu pria dewasa yang mengingatkan dirinya dengan sang pemerkosa membuat Sowon juga menolak bertemu dengan sang ayah.

Sulit menghilangkan trauma tersebut, Sowon juga berhenti berbicara. Agar dekat kembali dengan sang putri, ayah akhirnya berdandan menjadi Pompompurin, tokoh kartun kesukaan Sowon.

Dan 12 tahun usai menjalani hukumannya, pada Sabtu (12/12/2020), Cho Doo-soon yang berusia 69 tahun akhirnya bebas. Namun, warga Korea Selatan yang tidak terima dengan hukuman yang diterima Cho,  meneriakan hinaan dan melemparkan telur kepadanya saat bebas. Otoritas penegak hukum bahkan harus mengikat  Cho dengan gelang kaki elektronik dan mengantarnya ke rumahnya di dekat Ansan.

Kisah nyata Nayoung Sowon dan keluarganya yang mencoba bangkit dari keterpurukan tersebut rupanya berhasil mengetuk pintu hati para penikmat film. Bahkan saking fenomenalnya, film ini membawa prediket film terbaik dalam 34th Blue Dragon Awards.