Akhirnya, WHO Menyatakan Wabah Ebola Gelombang Kedua di Guinea Berakhir

Minggu, 20 Juni 2021 | 01:46 WIB
Foto : Aljazeera Foto : Aljazeera

RIAU24.COM -  Wabah kedua, yang diumumkan pada Februari, menewaskan sedikitnya 12 orang.

Guinea - Wabah Ebola yang dimulai di Guinea pada Februari, menginfeksi 16 orang dan menewaskan 12 orang, telah dinyatakan berakhir, kata kementerian kesehatan negara Afrika Barat itu dan Organisasi Kesehatan Dunia, Sabtu.

“Saya mendapat kehormatan untuk mengumumkan berakhirnya Ebola” di Guinea, kata pejabat WHO Alfred Ki-Zerbo pada upacara di wilayah tenggara Nzerekore tempat penyakit itu muncul awal tahun ini.

Baca Juga: Sulit Dipercaya, Ternyata Alkohol Baik Untuk Kesehatan Anda, Ini Alasannya...



Menteri Kesehatan Remy Lamah menambahkan: "Atas nama kepala negara (Presiden Alpha Conde) saya ingin menyatakan berakhirnya kebangkitan Ebola di Guinea."

Otoritas kesehatan dapat bergerak cepat untuk mengatasi kebangkitan virus setelah pelajaran dari wabah sebelumnya di Guinea dan Republik Demokratik Kongo.

“Berdasarkan pelajaran dari wabah 2014–16 dan melalui upaya respons yang cepat dan terkoordinasi … Guinea berhasil mengendalikan wabah dan mencegah penyebarannya di luar perbatasannya,” kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

Pada bulan Februari, Guinea meluncurkan program vaksinasi untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga: Berikan Tips Asuh Bayi yang Baru Lahir, Ibu Ini Dikecam karena Tak Realistis dan Terlalu Membatasi


Wabah Ebola pada 2014-2016 menewaskan 11.300 orang, sebagian besar di Guinea, Sierra Leone, dan Liberia.

Ebola menyebabkan demam parah dan, dalam kasus terburuk, pendarahan tak terbendung.

Ini ditularkan melalui kontak dekat dengan cairan tubuh, dan orang-orang yang tinggal dengan atau merawat pasien Ebola paling berisiko.

PenulisR24/dev


Loading...

Terpopuler

Loading...