Angka Vaksinasi Masih Rendah, Ribuan Orang di Australia Malah Unjuk Rasa Tolak Lockdown

Sabtu, 24 Juli 2021 | 23:23 WIB
Angka Vaksinasi Masih Rendah, Ribuan Orang di Australia Malah Unjuk Rasa Tolak Lockdown (foto/int) Angka Vaksinasi Masih Rendah, Ribuan Orang di Australia Malah Unjuk Rasa Tolak Lockdown (foto/int)

RIAU24.COM - Ribuan orang di sejumlah kota di Australia berunjuk rasa menentang pembatasan ketat (lockdown). Orang berkumpul di Sydney, Melbourne, dan Brisbane menentang lockdown yang diberlakukan guna mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

Dilansir dari Okezone, orang-orang menyerukan "kebebasan!" sambil berjalan beriringan menuju pusat kota Sydney. Polisi berkuda dalam keterangannya menyebut telah menahan 57 orang.

Seperti diketahui akibat lonjakan infeksi baru Covid-19, pemerintah Australia memberlakukan kembali lockdown di seluruh negeri. Kedatangan virus corona varian Delta yang sangat mudah menular telah menantang strategi yang sebelumnya diterapkan Australia yaitu menutup perbatasan, mengkarantina, dan lockdown cepat yang telah menjaga jumlah kasus tetap rendah.

Baca Juga: Mengenal Xu Jiayin, Pemilik Properti China yang Punya Utang Terbesar di Dunia: Rp4,260 Triliun

Tingkat vaksinasi Australia masih yang terendah di antara negara-negara maju, dengan kurang dari 14 persen populasi sudah divaksinasi.

 

Pada Sabtu (24 Juli 2021) ribuan orang mengadakan iring-iringan menuju pusat kota Sydney melewati daerah suburban Haymarket.

 

Dilansir dari ABC News, otoritas kesehatan di New South Wales (NSW) baru saja menetapkan area tersebut sebagai ‘hotspot’ Covid-19.

Beberapa pengunjuk rasa mengangkat plakat bertulisan "Turunkan masker, naikkan suara Anda" dan "Bangunlah, Australia".

Baca Juga: Alami Krisis Setelah Taliban Berkuasa, PBB Kucurkan Dana Darurat Rp 641 Miliar untuk Bantu Afghanistan

Para demonstran memblokir jalan dan berkumpul di luar balai kota Sydney. Satu grup melempar botol ke petugas berkuda

 

Kepolisian NSW mengakui dan mendukung hak-hak individu dan kelompok untuk menggunakan hak kebebasan berekspresi dan berserikat dengan damai, namun, unjuk rasa hari ini adalah pelanggaran terhadap Aturan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang saat ini berlaku," kata lembaga itu dalam pernyataan pers.

 

Unjuk rasa yang lebih kecil digelar Melbourne dan Brisbane.

 

Sekitar 13 juta warga Australia - sekitar setengah populasinya - kini kembali dalam lockdown. Sydney sekarang telah dalam lockdown selama empat minggu, namun terus mencatat kenaikan kasus.

 

Pemerintah NSW mengumumkan pertambahan infeksi baru mencapai rekor, yaitu 163 kasus baru, pada Sabtu (24 Juli 2021) ini.

PenulisR24/riki


Loading...

Terpopuler

Loading...