Terobos Lampu Merah, Pria Bersepeda Ini Tabrak Lansia hingga Tewas

Jumat, 30 Juli 2021 | 14:46 WIB
Sumber foto: The Mirror Sumber foto: The Mirror

RIAU24.COM - Seorang pengendara sepeda menerobos lampu merah yang karenanya membunuh seorang lansia pejalan kaki.

Ermir Loka (23) menabrak Peter McCombie (72) saat bersepeda dan mengenakan headphone.
Baca Juga: Pria yang Bunuh Anak Pengusaha Properti Multi Jutawan Dijatuhi Hukuman 27 Tahun Penjara


Setelah ia menabrak Peter, alih-alih membantnya, Ermir malah memakinya, "lihat apa yang telah Anda lakukan!" sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.

Orang-orang yang lewat terkejut saat Peter tua dibiarkan begitu saja, lalu mereka memanggil ambulans.

Dia menderita retak tengkorak dan cedera otak  parah akibat tersungkur ke tanah dan dinyatakan meninggal di rumah sakit delapan hari setelah tabrakan.

Baca Juga: Dua Pengungsi Afghanistan Berbuat Cabul di Amerika, Ada yang Sampai Cekik Istri

"Ketika dia berbaring di jalan berdarah dan tidak sadarkan diri, terdakwa yang juga jatuh mengambil sepedanya dan bersepeda pergi meninggalkan yang lain untuk memanggil ambulans dan mencoba membantu Tuan Peter McCombie," kata Deanna Heer, jaksa penuntut.

Setelah bersepeda menjauh dari tempat kejadian, bukti CCTV menunjukkan Ermir Loka meninggalkan sepedanya sebelum kabur. Sepeda itu tidak pernah ditemukan.

Dia menyerahkan diri di Kantor Polisi Leyton setelah penyelidikan diluncurkan.

Ermir Loka, dari Leyton, London timur divonis pada Senin 26 Juli dengan hukuman penjara maksimal dua tahun.

Peter McCombie sedang berjalan pulang dari Rumah Sakit Royal London terdekat di mana dia bekerja sebagai administrator SDM.

"Kehilangan Peter tidak terukur dan telah meninggalkan celah dalam hidup kami yang tidak akan pernah bisa kami isi. Dia adalah seorang pria yang mencintai keluarganya, yang memiliki waktu untuk lingkaran teman-temannya yang berharga, dan bekerja keras untuk rekan-rekannya," kata keluarga Peter.

"Dia adalah seorang pria sejati dan semua orang yang mengenalnya telah bersatu dalam kesedihan atas cara dia diambil dari kami.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...