Tuduh Jual Afganistan ke Taliban, Mantan Menhan Desak Interpol Buru dan Tangkap Presiden Ashraf Ghani Kabur ke UEA

Kamis, 19 Agustus 2021 | 09:36 WIB
Mantan Menhan Desak Interpol Buru dan Tangkap Presiden Ashraf Ghani Kabur ke UEA (foto/int) Mantan Menhan Desak Interpol Buru dan Tangkap Presiden Ashraf Ghani Kabur ke UEA (foto/int)

RIAU24.COM - Presiden Ashraf Ghani yang kabur setelah Taliban menguasai Kota Kabul terus menjadi perbincangan publik. Apalagi Ashraf Ghani dituding membawa koper berisi uang tunai dalam pelariannya.

Dilansir dari Okezone, meski tuduhan bawa uang itu sudah dibantah Ashraf Ghani. Namun eks Menteri Pertahanan (Menhan) Afganistan Bismillah Khan Mohammadi berharap Interpol 'memburu' dan tangkap Ashraf Ghani yang dia sebut telah “menjual Tanah Air”.

“Mereka yang memperdagangkan dan menjual tanah air harus ditangkap dan dihukum,” cuit Mohammadi di Twitter, menyertai postingannya dengan tagar #InterpolArrest_Ghani.

Baca Juga: Gawat! Australia Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertamanya, Inilah Daftar Negara yang Sudah Terdampak

Sputnik melaporkan cuitan yang diunggah pada Rabu (18 Agustus 2021) itu adalah yang kedua kalinya Mohammadi secara terbuka menuding Ashraf Ghani korupsi. Pada Minggu (15 Agustus 2021), hari yang sama ketika dia dan pejabat pemerintah lainnya kabur dari negara itu.

Mohammadi menuding bahwa pemerintah tidak mengizinkan militer untuk melakukan tugasnya. “Mereka mengikat tangan kami di belakang punggung kami dan menjual tanah air; orang kaya sialan dan gengnya,” sebut Eks Menteri Pertahanan tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga: Korea Selatan Bikin Kota Terapung dengan Desain Sarang Lebah, Sangat Canggih dan Keren

Sebahai informasi Mohammadi menjabat sebagai tokoh kunci dalam pemerintahan Afghanistan pro-AS sejak awal 2000-an. Mohammadi diangkat sebagai kepala staf Tentara Nasional Afghanistan pada 2002, dan pada 2010 dipindahkan untuk melayani sebagai menteri dalam negeri. Lalu Mohammadi menjadi menteri pertahanan pada Juni 2021, hanya beberapa bulan sebelum runtuhnya pemerintahan Ghani.

 

Pada Senin, (16 Agustus 2021) Juru Bicara (Jubir) dari Kedutaan Besar Rusia di Afghanistan, mengungkapkan kepada Sputnik bahwa Presiden Ghani melarikan diri dari Kabul dengan mobil dan helikopter penuh uang. Mantan Presiden Afganistan itu dikonfirmasi berada di Uni Emirat Arab (UEA). Bukan seperti tuduhan sebelumnya yang menyebut kabur ke Tajikistan.

PenulisR24/riki


Loading...

Terpopuler

Loading...