Soal TWK KPK, Novel Baswedan: Kebohongan Mesti Ditutup dengan Kebohongan

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 07:34 WIB
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sumber: Internet Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mengomentari temuan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyatakan pelaksanaan tes wawasan pegawai (TWK) terhadap lembaga anti rasuah tersebut.

Komnas HAM menyatakan jika TWK sengaja dibuat untuk menyingkirkan pegawai KPK.

Komentar Novel itu disampaikannya melalui akun Twitter miliknya @nazaqistsha, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Baca Juga: Korut Eksekusi Maati Siswa yang Selundupkan dan Jual Film Squid Game

Menurutnya, kebohongan soal TWK merupakan buntut dari kebohongan yang sebelumnya pernah dibuat oleh KPK sendiri.

"Memang benar, kebohongan mesti ditutupi dengan kebohongan baru," tulisnya.

"Liputan Narasi tentang notulen tanngal 29 April 2021, menggambarkan dengan jelas TWK KPK dirancang. Walaupun nama-nama 75 disegel dan baru dibuka 5 Mei, tapi sejak akhir April sudah beredar," tulisnya.

Untuk diketahui, dugaan untuk menyingkirkan pegawai tertentu melalui TWK merupakan salah satu temuan Komnas HAM.

Baca Juga: 50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Fakta lainnya terkait banyaknya atensi dari sejumlah pimpinan lembaga dan kementerian dalam pelaksanaan alih status pegawai KPK tersebut.

Menurut Komnas HAM, atensi itu amat mencurigakan dikutip dari tempo.co.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...