Menu

Kisah Pria Ateis yang Menantang Kebesaran Allah hingga Akhirnya Masuk Islam

Amerita 1 Sep 2021, 10:08
Abu Bakar
Abu Bakar

RIAU24.COM - Abu Bakar, sebelumnya dikenal sebagai Ruben, adalah seorang ateis yang memutuskan untuk masuk Islam setelah mendalami agama Allah selama 6 bulan lamanya.

Dia mengalami tahun yang berat sebelumnya, orang tuanya bercerai, anjing kesayangannya mati, dan sahabatnya meninggal. Dia lantas bertanya-tanya apa tujuan hidupnya, mengapa dia masih saja di sini?
zxc1
Pertanyaan-pertanyaan itu mendorongnya untuk mencari jawaban. Abu Bakar mulai menyelidiki agama Kristen, tetapi dia tidak puas dengan interpretasi yang berbeda dari para imam. Kemudian dia beralih untuk menyelidiki agama Hindu diikuti oleh Mormonisme, kemudian Yudaisme, Budha, dan akhirnya Islam.

Awalnya, Abu Bakar atau Ruben enggan mendalami Islam, karena banyaknya berita dan kejadian kriminal yang mengatasnamakan agama Allah.

Hal yang membuat Abu Bakar puas adalah ketika dia bertanya mengenai hal apapun, para Imam Islam tak menjawab asal-asalan, tak menginterprestasikan sendiri, tak mencampuradukkan pendapatnya dengan Quran.

zxc2
Setiap kali dia bertanya, para Imam memintanya untuk melihat langsung jawabannya di Quran.

Lalu pada suatu malam, Abu Bakar mulai merenung, dia ingin merasakan suasana spiritual, ia lantas menyalakan lilin dan membuka jendela. Lalu ia berkata “Ya Allah inilah saatnya aku masuk Islam, tolong beri aku sedikit pertanda.”

Dia ingin Allah menunjukkan kebesarannya, entah melalui petir atau merubuhkan sebagian rumahnya, apa saja yang bisa membuatnya yakin bahwa Allah benar-benar ada.

Namun, petunjuk tak kunjung datang, setelah menunggu beberapa lama, Abu Bakar tak kunjung menyaksikan tanda-tanda apapun. Ia kecewa, lalu mengambil Quran dan lanjut membacanya.

Takjub, firman Allah yang ia baca selanjutnya membuat Abu Bakar bergetar.

“Kalimat yang aku baca di Quran selanjutnya adalah 'Barang siapa yang mencari petunjuk tidakkah telah cukup Kami tunjukkan? Lihatlah sekelilingmu, lihatlah bintang-bintang, lihatlah matahari, lihatlah air. Itulah tanda-tanda kebesaran-Ku bagi orang yang berakal'” kata Abu Bakar mengenang malam itu.

Keesokannya, di malam pertama Ramadhan, saat masjid dipenuhi ribuan umat muslim yang melaksanakan sholat tarawih, Abu Bakar datang untuk menjadi seorang Muslim seutuhnya.

Setelah dia berhasil mengucapkan kalimat Syahadat, dia menggambarkan perasaannya.

“Semua ketakutan hilang dari pikiranku. Saya merasa seperti ada pancuran di dalam kepala saya dan seseorang baru saja menyalakan keran dingin!” kenangnya.

Selain itu, Abu Bakar juga terkesima dengan sambutan saudara-saudara sesama Muslim. Setelah selesai membaca kalimat Syahadat, Abu Bakar dihujani pelukan dan ciuman dari orang-orang yang hadir di mesjid.

“Saya tak pernah mendapatkan ciuman dan pelukan sebanyak itu dari pria-pria, hari itu benar-benar indah,” kata Abu Bakar.

 Kisah Abu Bakar juga bisa kamu saksikan di YouTube dengan kata pencaharian: Abu Bakr, Aussie Man Convert to Islam