Dokter Swasta Ini Ditangkap Karena Diam-diam Merekam Karyawan Wanita Menggunakan Telepon Genggam Di Toilet Klinik

Sabtu, 11 September 2021 | 10:25 WIB
Foto : WorldofBuzz Foto : WorldofBuzz

RIAU24.COM -  Dilansir dari Utusan Malaysia, seorang dokter klinik swasta pria ditangkap polisi setelah diduga merekam video di toilet wanita klinik pribadinya. Polisi Petaling Jaya mengatakan melalui pernyataan bahwa penangkapan itu dilakukan menyusul laporan polisi yang diterima oleh pihak berwenang dari seorang wanita berusia 30 tahun sekitar pukul 14:30 pada hari Rabu, 8 September.

ACP Mohamad Fakhrudin Abdul Hamid yang merupakan Kapolres Petaling Jaya mengatakan, wanita tersebut mengaku bahwa dokter berusia 46 tahun yang juga majikannya merekamnya saat berada di toilet menggunakan ponsel.

Dia juga mengungkapkan bahwa dia telah bekerja sebagai asisten di klinik swasta selama lebih dari enam tahun.

Baca Juga: Pasukan Prancis Membunuh Pemimpin ISIS di Sahara, Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Pekerja Bantuan Prancis

“Korban masuk toilet pada pukul 14.00 dan melihat ponsel dalam posisi tinggi dengan kamera terbuka. Korban langsung mengambil ponsel tersebut dan menyadari itu milik majikannya (dokter).”

Fakhrudin mengatakan, wanita tersebut kemudian memutuskan untuk kabur dari klinik, namun dihentikan oleh dokter yang meminta ponselnya dikembalikan kepadanya dan berjanji akan menghapus rekaman di depan korban.

Baca Juga: Lewat Pesan di Facebook, Seorang Ibu Bersatu Kembali Dengan Putrinya yang Diculik 14 Tahun yang Lalu

Meskipun korban menyerahkan telepon kembali kepadanya, dia tidak yakin apakah klip itu dihapus atau tidak.

Menyusul laporan polisi wanita korban, tim polisi dari Divisi Reserse Kriminal (CID) Mabes Polri Petaling Jaya menangkap pria tersebut pada pukul 19.30 pada hari yang sama. “Handphone Redmi MI 9T Pro tersangka juga disita untuk membantu penyelidikan.”

Ia menambahkan, kasus tersebut sedang diselidiki berdasarkan Pasal 509/377D KUHP dan jika terbukti bersalah, tersangka dapat diancam hukuman maksimal lima tahun penjara, denda atau keduanya .

Semoga keadilan diberikan kepada pelaku.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...