Menu

Tanggapan Pak Jokowi Mengenai Banjir Sintang

Fitrianto 20 Nov 2021, 12:35
Merdeka.com
Merdeka.com

RIAU24.COM -  Sosial media sekarang merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Karena dapat memudahkan aktivitas manusia, baik dalam pekerjaan, sekolah, dan bisa di gunakan untuk hal lain yang berguna

Sosial media saat ini juga telah banyak tersaji yang bisa di akses, dan sosial media juga bisa di jadikan wadah untuk bisa menyalurkan inspirasi dalam membuat sebuah karya dalam bentuk digital. Dalam menggunakan sosmed harus benar benar pandai.

Dalam menggunakan sosial media kitab bisa dikenal banyak orang, baik itu dari hal yang positif maupun hal negative yang dilakukan baik sengaja ataupun tidak. Banyak ragam sosial media untuk kita berkreasi sepetii Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook dan masih banyak lagi

Di sosial media juga bisa berbagi kisah dari yang mengharukan, mengenaskan, sebuah tragedi. Sosial media juga wadah juga tempat segala informasi terbaru atau terupdate.

Seperti yang beredar di sosial media Instagram dimana ada sebuah kejadian mengenai tanggapan presiden Indonesia banjir yang berada di sintang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan banjir yang menerjang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat terjadi karena kerusakan lingkungan di area tangkapan hujan.

Jokowi menyebut kerusakan lingkungan di daerah tersebut telah terjadi cukup lama. Akibatnya, Sungai Kapuas meluap ke wilayah sekitar saat hujan lebat terjadi.

"Itu karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan, yang sudah berpuluh-puluh tahun. Ya itu yang harus kita hentikan karena masalah utamanya ada di situ," kata Jokowi usai peresmian jalan tol di Serang, Banten, Selasa (16/11).

Jokowi berjanji akan memperbaiki daerah tangkapan hujan di sekitar Sungai Kapuas. Ia berkata pemerintah akan memulai perbaikan mulai tahun depan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan pihaknya akan membangun persemaian. Ia ingin daerah tangkapan hujan bisa berfungsi normal kembali.

"Sehingga ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di catchment area. Kita perbaiki karena memang kerusakannya ada di situ," ujar Jokowi.

Meski demikian, Jokowi tak membahas rencana mengunjungi lokasi banjir di Kalimantan. Ia menutup sesi tanya jawab seusai memaparkan rencana perbaikan daerah tangkapan hujan.

Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang selama sebulan terakhir ini. Akses bantuan ke daerah itu sempat tertutup karena ketinggian air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat, sampai saat ini, sebanyak 35.807 KK atau 124.497 warga terdampak. Dari jumlah warga yang terdampak itu, sebanyak 25.884 orang terpaksa harus mengungsi.

zxc3

Warga yang mengungsi tersebar di 32 posko pengungsian yang ada di 12 kecamatan di Sintang. Selain itu, terdapat juga 24 dapur umum dan 5 posko.

Plt. Sekretaris BPBD Sintang Sugiyanto mengatakan kondisi banjir di Sintang mulai surut di sejumlah titik sejak kemarin, Senin (16/11). Namun, tinggi air di sejumlah titik yang merendam pemukiman warga itu masih ada yang berkisar 1-3 meter.

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai tanggapan Jokowi ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @rangkumanfakta (19/11/2021). Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka

@van_jenengan :” Pertanyataan yg sangat sangat sangat.......................#memalukan “

@tulus3tri :” beLom pas nanti wacana pindah ibukota, emg ad Lahan / Lapangan Luaaaasssss banggeeet tanpa ngebabat hutan??? B. A. C. O. D #malupunyapemimpinkykgitu “

@13pwe08 :” Kalau Banjir Jakarta Pak “

zxc4

@ezahaikall :” Untuk urusan hutan yg rusak saya lebih percaya Greenpeace maaf pak data2 nya.. ???? yg kmrin mau di polisikan “

@abror_thalib :” Indonesia Kerusakan akal sehat semenjak 8 tahun yg lalu “