Menu

Hamas Palestina Minta Penyanyi Justin Bieber Boikot dan Batalkan Konser ke Israel

Riki Ariyanto 20 Nov 2021, 19:45
Hamas Palestina Minta Penyanyi Justin Bieber Boikot dan Batalkan Konser ke Israel (foto/int)
Hamas Palestina Minta Penyanyi Justin Bieber Boikot dan Batalkan Konser ke Israel (foto/int)

RIAU24.COM - Penyanyi populer Justin Bieber menjadwalkan akan konser ke Israel pada tahun 2022. Jadwal tur dunia Justin Bieber itu ternyata mendapat respon dari Kelompok amal Palestina, Hamas yang berharap agar penyanyi Kanada itu boikot dan membatalkan konser di Israel.

Hal itu disampaikan Departemen Produksi Artistik Hamas, Kamis (18/11/2021). Dilansir dari Okezone yang mengutip outlet berita Sawa Palestina, “mengutuk dan mencela” penyanyi tersebut. Ia meminta Bieber membatalkan pertunjukan dan “memboikot negara pendudukan Zionis sebagai protes atas kejahatan berulang terhadap rakyat Palestina

Justin Bieber diketahui sudah beberapa kali konser ke negara zionis itu. Terakhir penampilan Justin Bieber pada Tahu  2017 di Park HaYarkon, lokasi yang sama dijadwalkan untuk tahun 2022. Sejak pengumuman tanggal tur 'Justice', seruan supayamembatalkan pertunjukan di Tel Aviv sudah mendapatkan momentum di media sosial (Medsos), dengan banyak poster mengutuk penyanyi itu sebab mendukung apa yang disebut "negara apartheid."

Beberapa sumber menyebut kalau Justin Bieber bakal tiba di Israel setelah tampil di Afrika Selatan (Afsel). “Justin Bieber benar-benar akan langsung dari Afrika Selatan ke Israel. Dari negara yang memerangi apartheid ke negara yang mempraktikkan apartheid,” keluh seorang pengguna Twitter.

Sebuah petisi yang meminta Justin Bieber memboikot Israel dan mengecualikannya dari turnya sudah diluncurkan secara online, dan telah mengumpulkan sekitar 3.700 tanda tangan pada Jumat (19/11). Pada 2018, penyanyi Selandia Baru Lorde membatalkan konser di Israel, lalu berterima kasih kepada penggemar karena "mendidik" dia tentang masalah ini.

Pada tahun yang sama, artis Amerika Serikat (AS) Lana Del Rey pada awalnya membela keputusannya untuk tampil di Israel, dengan mengatakan bahwa penampilannya tidak akan menjadi "pernyataan politik.” Namun Lana Del Ray akhirnya membatalkan konsernya.