Luar Biasa, Penjual Roti Muda di Melaka Bekerja 16 Jam Setiap Hari Untuk Menabung Untuk Pernikahannya

Selasa, 23 November 2021 | 15:05 WIB
Foto : WorldofBuzz Foto : WorldofBuzz

RIAU24.COM -  Disaat-saat sulit, kebanyakan dari kita melakukan apa pun yang kita bisa untuk bertahan hidup karena tagihan tidak membayar sendiri.

Baru-baru ini, Shamsul Iskandar Mohd Akin, yang merupakan Anggota Parlemen (MP) Hang Tuah Jaya melalui akun Facebook-nya dan membagikan pengalamannya yang membuka mata setelah berbincang dengan seorang wanita muda, seperti dilansir dari World of Buzz, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Kuasa Hukum Bos PT WBN - TGP Nilai Dakwaan JPU Tidak Sah

Pada Rabu malam (17 November) kemarin, ia menjelajahi sekitar Paya Rumput, Melaka bersama rekan-rekannya di mana ia disambut oleh seorang penjual roti yang mencoba menjual produknya kepada mereka. 

Shamsul menyatakan dalam postingannya bahwa gadis muda itu terlihat berusia awal 20-an. Karena dia belum makan malam, dia memutuskan untuk mencobanya, dan dia menemukan roti buatan sendiri yang lezat.

Dia terus mengobrol dengan remaja itu dan yang mengejutkan, dia bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Tapi jam kerjanya tidak berakhir di situ. Dia akan melanjutkan pekerjaan paruh waktunya menjual kue kering buatan sendiri dari jam 6 sore sampai jam 11 malam. Gadis muda itu mendedikasikan 16 jam hidupnya hanya untuk bekerja!

Karena penasaran, Syamsul menanyakan alasan di balik jam kerja yang panjang.

“Saya mencoba menabung untuk pernikahan saya. Karena saya masih muda dan memiliki kekuatan, sebaiknya saya bekerja keras saja,” gadis itu menjelaskan. 

Baca Juga: Kuasa Hukum Bos PT WBN - TGP Nilai Dakwaan JPU Tidak Sah

Dia juga menjelaskan bahwa diharapkan orang tuanya khawatir tentang keselamatannya karena dia bekerja sampai larut malam sendirian, namun itu tidak menghalangi keinginannya untuk mencari nafkah. Dia memiliki tindakan pencegahan keamanan sendiri di lengan bajunya.

Kebetulan ada beberapa santri Tahfiz di dekatnya dan Syamsul memutuskan untuk membeli semua barang miliknya, yang juga ia bagikan kepada santri Tahfiz. Keputusannya itu membuat si penjual roti muda itu sedikit berlinang karena bahagia.

Syamsul melanjutkan postingannya dengan menyoroti bagaimana sebagian dari kita lupa untuk mensyukuri segala sesuatu yang telah Tuhan berikan. Pertemuannya dengan gadis muda itu telah membuka matanya, sekaligus mengingatkannya bahwa ada beberapa orang di luar sana yang berjuang siang dan malam untuk bertahan hidup.

Kami tentu memuji gadis itu atas komitmennya untuk bekerja keras di usia yang begitu muda tanpa bergantung pada siapa pun.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...