Lisa Blackpink Dinyatakan Positif Covid-19

Kamis, 25 November 2021 | 18:59 WIB
Foto : istimewa Foto : istimewa

RIAU24.COM -  Superstar K-pop Lisa Blackpink pada hari Rabu (24 November) dinyatakan positif Covid-19.

YG Entertainment mengatakan tiga anggota lainnya Rose, Jennie dan Jisoo sedang menunggu hasil tes polymerase chain reaction (PCR) mereka.

Agensi musik Blackpink, Yonhap melaporkan jika ketiganya tidak terdaftar sebagai kontak dekat Lisa.

Baca Juga: Chris Hemsworth Insekyur Para Fans Kehilangan Minat Padanya Kalau Terus-terusan Perankan Thor

Dengan lebih dari 60 juta pengikut, Lisa adalah bintang K-pop paling populer di Instagram.

Artis yang memiliki nama asli Lalisa Manoban itu meluncurkan single solonya LALISA.

Video musik mengumpulkan 73 juta tampilan di YouTube dalam waktu 24 jam setelah dirilis, memecahkan rekor terakhir untuk artis solo yang ditetapkan oleh penyanyi AS Taylor Swift.

Infeksi virus corona baru dan kasus kritis Korea Selatan melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Rabu, ketika negara itu awal bulan ini beralih ke rencana "hidup dengan Covid-19" yang bertujuan untuk mencabut aturan jarak yang kaku dan akhirnya dibuka kembali setelah mencapai tujuan vaksinasi bulan lalu.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan pada pertemuan tanggapan Covid-19 pada hari Rabu bahwa situasi di Seoul saja sudah cukup kritis untuk rencana darurat yang akan diberlakukan kapan saja.

Baca Juga: Inilah Gambar Matahari Paling Detail Yang Pernah Diambil Oleh Astrofotografer


Son Young-rae, seorang pejabat senior kementerian kesehatan, mengatakan 71 persen tempat tidur ICU terisi secara nasional, dengan 83,7 persen di ibu kota Seoul dan daerah sekitarnya saja.

Ratusan orang masih menunggu tempat tidur mereka.

Meskipun angka rawat inap meningkat, angka kematian di negara ini masih relatif rendah, yaitu 0,79 persen.

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang mencatat kasus virus corona setelah muncul di China pada akhir 2019. Sejak itu tercatat 425.065 infeksi, dengan 3.363 kematian.

Negara ini telah sepenuhnya memvaksinasi 79,1 persen dari 52 juta penduduknya, sementara hanya 4,1 persen yang telah diberi dosis booster.




PenulisR24/dev


Loading...
Loading...