Netizen Bongkar Jejak Digital Ferdinand Hutahean: ‘Jokowi Itu Anak Haram, Hasil Hubungan Gelap Ibunya dengan PKI!’

Selasa, 11 Januari 2022 | 13:32 WIB
Ferdinand Hutahean [Intagram/@ferdinand_hutahean] Ferdinand Hutahean [Intagram/@ferdinand_hutahean]

RIAU24.COM -  Cuitan dari Ferdinand Hutahean yang menyebut 'Allahmu lemah' ramai menjadi perbincangan di Twitter. Cuitan mantan politisi Demokrat itu dinilai telah menghina dan merendahkan Allah SWT.

Orang-orang pun terbagi menjadi dua kubu, yaitu pro dan kontra. Namun, pihak kontra bahkan telah menempuh jalur hukum untuk menjebloskan Ferdinand ke penjara.

Setelah beberapa hari bergulir, kasus Ferdinand Hutahaean pun menemui titik terang, di mana pihak berwajib kini menetapkannya sebagai tersangka dan resmi ditahan.

Baca Juga: Debat Panas Soal Kepiting, Ustaz Asal Indonesia Ini Langsung Disegani Ulama Masjidil Haram

Salah satunya yang berkomentar soal hal tersebut, ialah sang pegiat media sosial DS alias Denny Siregar.

“Gak usah mencaci maki di ruang publik. Ada proses praperadilan yang bisa ditempuh jika mau. Siapkan bahan di persidangan dan jadikan medan pertempuran baru,” ungkapnya seraya membagikan berita soal Ferdinand, sebagaimana dikutip di Twitter, Selasa (11/1). Lalu dalam cuitan selanjutnya, Denny Siregar tampak membawa-bawa nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang beberapa tahun silam juga dibui lantaran tuduhan penistaan agama.

“”Sebagai penutup…” Kata Ahok,” tulis Denny.

Cuitannya tersebut lantas ramai dikomentari oleh para netizen dengan beragam opini. 

Namun, ada satu yang justru membongkar jejak digital lawas Ferdinand Hutahaean sebelum berada di pihak Pemerintah. 

Baca Juga: Demam dan Kejang Usai Divaksin, Siswa SD di Deli Serdang Meninggal Saat Dirawat di RS

“Saya kasih kisi2 ya, Jokowi itu anak haram hasil hubungan gelap ibunya dengan PKI,” bunyi tangkapan layar yang diunggah akun Dayak_metal.

"Ini pengacaranya kurang sip... ganti pengacara yg lebih pinter @ferinandhutahean3," ungkap @le***

PenulisR24/riz


Loading...

Terpopuler

Loading...