Bukan Cipika Cipiki Lawan Jenis, Inilah Adab Bertemu Sesama Mulsim dalam Islam

Selasa, 08 Februari 2022 | 10:01 WIB
ilustrasi/net ilustrasi/net

RIAU24.COM - Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, yang artinya mereka tidak bisa hidup seorang diri. Satu sama lain pasti saling membutuhkan.

Nah agar terjalin persaudaraan yang baik di antara satu dan lainnya, maka Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap baik, demi menghindari konflik-konflik sosial.

Baca Juga: Mengenal Frans Kaisiepo, Pahlawan Nasional Pengibar Bendera Merah Putih Pertama di Tanah Papua

1. Mengucapkan salam

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya,” (QS. An-Nuur: 27).

Abdullan ibn Amru ibn Ash meriwayatkan bahwa ada seorang bertanya kepada Rasulullah, “Seperti apakah Islam yang baik itu?” Beliau menjawab, “Memberi makan dan mengucapkan salam pada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal,” (HR. Muttafaq Alaih).

Baca Juga: Ternyata Air Cucian Beras Bisa Atasi Jerawat dan Cegah Penuaan Kulit Loh! Berikut Penjelasannya

2. Menunjukkan wajah yang gembira dan berseri-seri

Rasulullah bersabda, “Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski hanya berupa menampakkan wajah yang berseri ketika bertemu saudaramu,(HR. Muslim).

Dari Jarir r.a. berkata; Nabi SAW tidak pernah melarangku untuk bertemu Beliau semenjak aku masuk Islam dan tidaklah Beliau melihat aku melainkan Beliau tersenyum ke wajahku(Kitab Bukhari, HN 2809). 

Abdullah bin al-Harits bin Jaz’i berkata; “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah SAW(Kitab Tirmudzi, HN 3574).

3. Berjabat tangan

Laki-laki berjabat tangan dengan laki-laki, dan perempuan berjabat tangan dengan perempuan.

Dari Aisyah r.a., ia berkata, Nabi SAW membaiat perempuan cukup dengan lisan (tidak berjabat tangan) dengan ayat ini; ‘untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun’ sampai akhir(Q.S. al-Mumtahanah)

Rasulullah bersabda, “Tidaklah dua orang Muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan, kecuali diampuni bagi keduanya sebelum mereka berpisah,” (Shahih Al-Jami’). 

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...