Ternyata Strict Parents Bisa Berdampak Buruk Bagi Anak, Begini Penjelasannya

Minggu, 03 Juli 2022 | 16:59 WIB
strict parents berakibat fatal ketika orang tua tidak memberikan ruang untuk sang anak melakukan apa yang ia inginkan/net strict parents berakibat fatal ketika orang tua tidak memberikan ruang untuk sang anak melakukan apa yang ia inginkan/net

RIAU24.COM - Strict parents dalam ilmu psikologi ternyata bisa menimbulkan dampak yang tidak baik untuk perkembangan anak.

Faktanya, pada keluarga yang memiliki strict parents, peran orang tua sangat besar dan harus dituruti walau dalam keadaan apapun.

Baca Juga: Munculnya Sosok Isa Zega, Waria yang Disebut Jadikan Rizky Billar Simpanan

Pengertian strict parents adalah orangtua memiliki standar tinggi serta sering kali menuntut anaknya. Hal ini bertujuan untuk menjadikan sosok anak tersebut mampu menjadi orang hebat kemudian hari dan bentuk pengawasan untuk meminimalisir kenakalan remaja.

Tapi jangan salah, malah konsep strict parents sekarang banyak membuat anak tertekan, tidak bisa memberikan pendapat dan bahkan merasa bahwa dirinya tidak mampu melakukan apapun tanpa adanya orang tua.

Hal-hal tersebut bisa berdampak buruk untuk kehidupan anak dimasa depan.

Dalam ilmu psikologi, ada beberapa dampak buruk terjadi akibat orangtua yang terlalu menempatkan standar tinggi pada anak apalagi suka menuntut.

Biasanya pola pengasuhan seperti ini dapat membuat anak tidak percaya diri, suka berbohong hingga depresi.

Mari kita bedah bersama, kehadiran orang tua semasa kecilnya apalagi harus mengikuti semua kemauan orang tua saat itu, menjadikan anak tidak percaya diri jika harus tampil di dunia luar.

Pasalnya, sebelum ia benar-benar berada dalam lingkup sosial, campur tangan orang tua selalu membuatnya maju dan tidak bisa mengambil keputusan secara mandiri. Hal itu yang menyebabkan kurangnya percaya diri dalam melakukan sesuatu yang besar.

Kedua suka berbohong, kehadiran orang tua dalam menempatkan standar dan tuntutan membuat anak senang berbohong demi terlihat baik dihadapan orang tuanya. Misalnya ketika orang tua meminta sesuatu, namun ia tidak bisa melaksanakannya, si anak tersebut lebih berani berbohong agar tidak kena marah atau terlihat seperti menuruti semua keinginan tersebut.

Baca Juga: Budaya Genosida Tiongkok: Bagaimana Rezim Mencoba untuk Melabeli Tibet Sebagai 'Xizang'

Terakhir depresi, ini adalah dampak yang paling besar bila pola asuh strict parents dijalankan tanpa ada dasar yang jelas. Setiap anak memiliki ekspresi dan kesukaan masing-masing.

Tak jarang, anak bahkan memiliki keinginan yang berbeda dengan orang tuanya. Perasaan tertekan atau beban yang ia miliki ketika tidak bisa mengabulkan keinginannya yang berbeda dari orang tua, lama-kelamaan akan menjadi bom besar yang kapan saja bisa meledak hingga menyebabkan depresi.*

PenulisR24/hilda


Loading...
Loading...