Elon Musk Dikabarkan akan Bangun Bandara Pribadi di Texas, Ada Apa?

Minggu, 31 Juli 2022 | 15:47 WIB
CEO Tesla, Elon Musk dikabarkan akan bangun bandara pribadi di Texas /AFP CEO Tesla, Elon Musk dikabarkan akan bangun bandara pribadi di Texas /AFP

RIAU24.COM - Sebuah laporan mengklaim CEOTesla, Elon Musk berencana untuk membangun bandara pribadi di Texas di timur Austin, dekat Bastrop.

Baca Juga: Alibaba Akan PHK Hampir 10.000 Karyawan Di Tengah Perlambatan Ekonomi

Diketahui alasan tersebut karena perusahaan Musk termasuk SpaceX, Tesla, dan The Boring Company sudah berbasis di Texas. Markas pabrik Giga Tesla juga berbasis di Texas. Perusahaan telah memindahkan kantor pusatnya dari Palo Alto, California ke Austin, Texas tahun lalu.

Namun, rencana Musk untuk membangun bandara pribadi belum dikonfirmasi secara resmi.

Langkah tersebut akan membutuhkan persetujuan dari FAA dan izin lingkungan sebelum rencana bandara dapat diterapkan.

Perusahaan Boring juga telah memindahkan kantor pusatnya ke Texas sejalan dengan perusahaan Musk lainnya di dekat bandara eksekutif Austin, menurut laporan tersebut.

Laporan mengklaim Musk telah memesan jet pribadi baru untuk dirinya sendiri. Bos SpaceX tersebut sudah memiliki Gulfstream G650.

Sebelumnya, Musk telah terlibat dalam perselisihan dengan Twitter setelah dia mengumumkan pengambilalihan secara tiba-tiba.

Musk mengajukan gugatan balik terhadap raksasa media sosial itu setelah Twitter mengklaim miliarder itu terikat kontrak untuk menyelesaikan kesepakatan.

Musk telah menarik diri setelah berjanji untuk membeli Twitter dalam kesepakatan pembelian 44 miliar dolar.Sidang akan dimulai pada Oktober dan akan berlangsung selama lima hari.

Musk telah mengutip 54,20 dolar per saham untuk membeli Twitter, namun, ia menarik diri bulan ini dengan menuduh perusahaan media sosial itu menyesatkannya atas akun palsu dan spam.

Baca Juga: Coinbase Buat Kesepakatan Perdagangan Crypto Bersama Blackrock untuk Klien Institusional

Pekan lalu Twitter melaporkan penurunan pendapatan karena hambatan iklan sambil menyalahkan Musk atas ketidakpastian terkait dengan akuisisi Twitter yang tertunda.

Perusahaan platform media sosial itu mengatakan penghentian Musk yang diklaim tidak valid dan perjanjian merger tetap berlaku.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...