Pemilihan Perdana Menteri Inggris Dimulai, Liz Truss Menangkan Dukungan Kabinet

Selasa, 02 Agustus 2022 | 11:20 WIB
Liz Truss, kandidat pemenang untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru /AFP Liz Truss, kandidat pemenang untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru /AFP

RIAU24.COM - Pemungutan suara untuk memutuskan penghuni 10 Downing Street, yakni perdana menteri berikutnya telah dimulai dan pelopor Konservatif Inggris, Liz Truss memenangkan dukungan kelas berat lebih lanjut Senin.

Baca Juga: Kereta Kuda Terjatuh di New York City Street saat Ingin Mengubah Rute Perjalanan

Mengumumkan bahwa dia mendukung Truss sebagai kandidat terkuatnya, menteri perdagangan internasional, Penny Mordaunt memberikan pukulan besar kepada mantan menteri keuangan Rishi Sunak.

Itu terjadi setelah Menteri Pertahanan Ben Wallace dan menteri keuangan Nadhim Zahawi juga menunjukkan dukungan mereka kepada Truss untuk menjadi perdana menteri Inggris berikutnya.

Para ahli percaya bahwa sebagian besar dari sekitar 200.000 anggota Tory memiliki keluhan terhadap Sunak yang pengunduran dirinya memicu jatuhnya pemerintahan mantan perdana menteri Boris Johnson.

The Sunday Times melaporkan bahwa Johnson telah memberi tahu para pembantunya bahwa dia bermaksud untuk memberikan nasihat kepada penggantinya, siapa pun nanti.

Peringatan terhadap rasa puas diri, Truss berjanji untuk melepaskan petani dari peraturan Uni Eropa untuk meningkatkan ketahanan pangan Inggris.

Setelah Truss memimpin pemungutan suara yang kuat pada platform pemotongan pajak segera untuk mengatasi krisis biaya hidup terburuk Inggris dalam beberapa generasi, Sunak perlu merebut kembali momentum.

Pemimpin konservatif William Hague, yang merupakan pendahulu Sunak sebagai anggota parlemen di daerah pemilihan Inggris utara mereka, telah mendukungnya.

Baca Juga: Pria Bersenjata Mencoba Menerobos Kantor FBI di Cincinnati, Ditembak Mati Dalam Kebuntuan

Menyoroti bahwa oposisi Partai Buruh naik tinggi dalam jajak pendapat di tengah krisis ekonomi dan gejolak politik Johnson, kedua pesaing telah menekankan perlunya persatuan setelah pemilihan selesai.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...