Menu

Rekaman Komunikasi Antara Ferdy Sambo dan Istrinya Diperiksa, Komnas HAM: Ternyata Memang Ada...

Amastya 15 Aug 2022, 10:51
Ternyata, rekaman komunikasi antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sangat berpengaruh terhadap peristiwa kasus pembunuhan Brigadir J /Cerdik Indonesia - Pikiran Rakyat
Ternyata, rekaman komunikasi antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sangat berpengaruh terhadap peristiwa kasus pembunuhan Brigadir J /Cerdik Indonesia - Pikiran Rakyat

RIAU24.COM - Istri dari Ferdy Sambo yaitu Putri Candrawathi disebut sebagai pemicu terkait kasus penembakan kepada Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau dikenal Brigadir J.

Rekaman komunikasi dilakukan antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang berdurasi sekitar satu jam, sudah diterima oleh Komnas HAM saat memeriksa FS di Rutan Mako Brimob, Jawa Barat. 

Dilihat dari video yang diunggah akun YouTube tvOneNews pada Minggu (14/8/2022), Ketua Komnas HAM mengatakan, dalam rekaman video tersebut ada komunikasi antara Ferdy Sambo dengan sang istri Putri Candrawathi yang mempengaruhi penembakan yang terjadi kepada Brigadir J.

“Jadi kita punya waktu di Sambuling itu, ada satu peristiwa kalau dalam satu rekaman video yang kami dapatkan kurang lebih satu jam, itu yang juga tadi kita tanyakan apa yang terjadi dalam peristiwa itu,” kata Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM.

“Ternyata memang ada komunikasi antara pak Sambo dan bu Sambo sehingga mempengaruhi, sangat mempengaruhi peristiwa yang ada di TKP 46,” sambungnya.

Ferdy Sambo sudah mengakui bahwa dirinya adalah dalang utama terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

“Pengakuan saudara FS bahwa dia adalah aktor utama dari peristiwa ini, itu yang pertama tadi disampaikan. Yang kedua, dia mengaku bahwa sejak awal dialah yang melakukan langkah-langkah untuk merekayasa, mengubah atau mendisinformasi, ujar Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM.

“Sehingga pada tahap-tahap awal misalnya yang terbangun konstruksi ceritanya atau peristiwanya tembak-menembak, kan begitu,” sambungnya.

Ketua Komnas HAM mengatakan Ferdy Sambo sudah mengakui bahwa peristiwa ini merupakan rancangan yang sudah direncanakannya.

“Tapi kemudian tadi diakuinya itu adalah hasil rancangan dia sendiri dan dia mengakui bahwa dia bersalah dalam tindakannya pada saat itu,” tutur Ahmad Taufan Damanik.

Sekedar informasi, Ferdy Sambo mengaku merencanakan pembunuhan kapada Brigadir J karena almarhum disebut telah melakukan perbuatan yang sudah mencoreng harkat dan martabat keluarganya.

(***)(dil)