Pentingnya Asupan Gizi yang Cukup Untuk Anak Agar Terhindar Dari Stunting

Jumat, 23 September 2022 | 13:48 WIB
Ilustrasi stunting Ilustrasi stunting

RIAU24.COM - Kesehatan merupakan faktor utama dalam hidup seseorang, tak jarang kandungan gizi yang terdapat pada tubuh akan sangan berpengaruh.

Kekurangan gizi atau stunting menjadi salah satu masalah besar pada kesehatan anak-anak Indonesia yang masih perlu mendapatkan perhatian.

Baca Juga: Studi: Olahraga Beban Berat Dapat Menurunkan Risiko Kematian Dini

Hal tersebut lantaran stunting akan sangat berpengaruh pada tinggi dan berat badan seorang anak.

Tak hanya itu, stunting juga dapat memperlambat tumbuh kembang, serta intelektualitas anak di kemudian hari.

Dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Dr Diana Felicia Suganda, MKes, SpGK, mengungkapkan proses terjadinya stunting itu cukup panjang dan bahkan dapat dimulai saat kehamilan.

Tetapi hal ini sangat jarang terlihat dan baru akan terdeteksi setelah anak sudah mulai tumbuh besar.

"Kadang-kadang, ketika anak sudah mulai sekolah, di mana teman-temannya sudah lebih tinggi, anak yang mengalami stunting itu lebih pendek atau tinggi badannya berbeda jauh dari teman-teman seusianya." ungkapnya, Selasa (20/9/2022).

Namun menurut Diana sendiri orang tua tak perlu khawatir dengan hal tersebut, karena masalah stunting bisa diatasi sejak dini dengan pemberian nutrisi yang tepat.

Baca Juga: Ikuti Cara Berikut Ini! Langsung Turun Berat Badan Dalam 1 Minggu

Hal tersebut bida dilakukan dengan lebih sering mengonsumsi protein yang cukup serta gizi lain yang dibutuhkan anak pada tubuhnya.

"Jadi, pastikan anak mengonsumsi protein yang cukup, jangan sampai mindsetnya asal kenyang, padahal kebutuhan protein anak itu lebih."

Selain protein, susu adalah salah satu makanan cair yang sudah diformulasikan lengkap dengan karbohidrat, lemak, dan juga multivitamin atau mikronutrien lainnya.

Hal itu membuat peran susu dalam mengatasi stunting pada anak sangatlah penting.

"Untuk kebutuhan protein ini bisa ditambahkan dari protein hewani maupun nabati dalam bentuk susu," sarannya.

PenulisR24/int


Loading...

Terpopuler

Loading...