Menu

Ada Neraka Dunia Kala Jakarta Masih Bernama Batavia

Azhar 28 Sep 2022, 09:07
Tentara Belanda dan wanita Indonesia. Sumber: Internet
Tentara Belanda dan wanita Indonesia. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Memasuki tahun 1800, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang kala itu baru menginjakkan kakinya di Batavia dibuat geleng-geleng kepala.

Dia mendapatkan kenyataan buruk tentang maraknya dunia pergundikan di wilayah kekuasannya dikutip dari republika.co.id.

Daendels melihat dengan mata kepalanya sendiri para pejabat Belanda terbiasa hidup berfoya-foya dengan memelihara perempuan pribumi tanpa ada ikatan pernikahan.

Yang membuat Daendels semakin kesal yakni Batavia kala itu dipenuhi anak hasil pergundikan.

Jika hal ini terus terjadi, dia khawatir tugasnya untuk mengamankan Jawa dari serbuan tentara Inggris tak tercapai karena moral anak buah yang begitu rendah.

Daendels kemudian membuat UU tentang pengesahan anak-anak Eurasia secara hukum. Anak-anak dari para nyai ini kemudian diakui secara resmi oleh ayah Eropanya.

Hal ini dilakukan Daendels dengan harapan jika nanti mereka sudah menjadi tentara akan setia kepada orang-orang Belanda.

Usaha yang sama kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Hindia Belanda berikutnya yang berasal dari Inggris, Raffles yang datang ke Batavia pada 1811.

Sayang, pergantian Gubernur ini juga tidak serta-merta menjamin lenyapnya pergundikan di bawah pemerintahan kolonial kala itu.