Disdagperin Bengkalis Berikan Apresiasi kepada Polbeng Atas Pembuatan Mesin Pemotong Kerupuk

Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:34 WIB
Penyerahan bantuan mesin pemotong kerupuk Penyerahan bantuan mesin pemotong kerupuk

RIAU24.COM -BENGKALIS - Dengan terciptanya mesin pemotong kerupuk yang dibuat oleh mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis membuat Dinas perdagangan dan perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis langsung memberikan apresiasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) pengembangan industri Yuliana Eka Safitri. Yuliana Eka Safitri menilai terciptanya mesin pemotong kerupuk tersebut merupakan pengabdian ke masyarakat yang dicipta mahasiswa jurusan mesin Polbeng.

"Tentunya kita mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen Politeknik Negri Bengkalis jurusan mesin dengan menciptakan mesin pemotong kerupuk,"ungkap Yuliana Eka Safitri, Senin 3 Oktober 2022.

Baca Juga: Wabup Bagus Santoso Sebut Keprihatinan dan Bangga Kepada Polres Bengkalis

Menurutnya, pengabdian ke masyarakat yang ditunjukkan dosen dan mahasiswa dengan membantu warga masyarakat merupakan arahan presiden Jokowi, dan Bupati Bengkalis dengan tujuan bisa memberdayakan potensi produk hingga kekancah Nasional.

"Ini tentunya menjadi bukti nyata bagi kita, sesuai arahan Presiden Jokowidodo dan diperkuat oleh Bupati Bengkalis ibu Kasmarni, yang mana saat ini kita berupaya dan memberdayakan potensi produk-produk nasional dan lokal seperti di daerah kita ini,"ungkapnya.

Diutarakannya, Kampus Polbeng dan pihak Disdagperin tentunya menyambut baik atas terciptanya mesin pemotong kerupuk. Kemudian diberikan berupa bantuan kepada pelaku industri kerupuk belacan tepatnya di Desa Pangkalan Batang.

Lanjut Yuliana, selaku lembaga instrumen pemerintah Bengkalis dan siap bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bengkalis serta memberikan lisensi baik terkait P-IRT produk Industri, sertifikasi halal dan hak paten sesuai kewenangan, tugas dan fungsinya.

"Kami berharap kedepan pemerintah Bengkalis melalui Disdagperin dapat menjalin kerjasama bersama Polbeng dalam upaya senergitas kemajuan teknologi, mengembangkan IKM dan kesejahteraan masyarakat menuju Bengkalis, Bermarwah, Maju dan Sejahtera dibawah kepemimpinan Ibu Kasmarni, Sos. MMP dan H Bagus Santoso,"ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan dalam membantu dengan pengabdian masyarakat terutama dibidang usaha industri kecil menengah (IKM) serta usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini. Dosen serta mahasiswa politeknik merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi.

Baca Juga: Dandim 0303 Bengkalis Menegaskan, Jika Ada Jajarannya Terlibat Peredaran Narkoba Akan Ditindak Tegas Sesuai Mekanisme

Kegiatan dilakukan dengan menciptakan alat produksi tepat guna berupa mesin pemotong kerupuk belacan yang diberikan kepada pengusaha IKM unit usaha kerupuk belacan Multi Sari yang dikelola Yusmidar warga Jalan Utama gang Setia Budi RT 13 RW 3 Desa Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis.

Sementara, salah satu Dosen Politeknik jurusan teknik mesin Bambang Dwi H dan Zainal mengatakan, pembuatan alat produksi tepat guna melibatkan dua orang dosen dari jurusan berbeda yaitu dari jurusan teknik mesin dan dari jurusan elektro, serta dua mahasiswa yaitu Andi Cavillo serta Muhamad Azmi dari jurusan teknik mesin.

"Bahwa tujuan bantuan alat produksi tepat guna diberikan kepada unit usaha kerupuk belacan yang dikelola Yusmidar merupakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, dalam rangka meningkatkan produktifitas mitra usaha UMKM kerupuk belacan multi sari yang dikelolanya,"ujar Bambang.

Bambang menambahkan, pembuatan alat tersebut dibutuhkan waktu tiga sampai 4 bulan dimulai dari survey, desain hingga pengoperasiannya.

"Pembuatan alat produksi tepat guna dimulai dari bulan Juli sampai Oktober,"ungkapnya lagi.

Bambang menjelaskan, pembuatan alat produksi tepat guna diberikan kepada mitra usaha kerupuk, berdasarkan pengamatan, usaha kerupuk belacan Multi sari dilakukan secara sederhana dengan menggunakan pisau dengan diciptakan alat tersebut supaya dapat meningkatkan efisiensi produksi.

"Selama ini mitra memotong adonan kerupuk secara manual dengan pisau atau parang, sehingga untuk memotong adonan sebanyak 25 Kg itu memakan waktu sekita 2 sampai 3 jam, dengan adanya alat ini pemotongan adonan menjadi 30 sampai 40 menit dimana proses pemotongan sekali pemotongan langsung bisa motong  tiga adonan,"bebernya.

Bambang berharap, dengan adanya alat yang diberikan dapat meningkatkan produktifitas usaha, agar dapat memenuhi kebutuhan dipasaran supaya tidak hanya di Bengkalis melaikan sampai keluar Bengkalis.

Yusmidar salah satu pengusaha kerupuk menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan alat tepat guna hasil karya Dosen dan Mahasiswa politeknik jurusan teknik mesin dan elektro.

"Terimakasih kami ucapkan atas bantuan alat tepat guna hasil dari karya Dosen, semoga dengan alat ini usaha produksi kerupuk belacan kami semakin meningkat,"pungkas Yusmidar.

 

PenulisR24/hari


Loading...
Loading...