Menu

Putin Evakuasi Penduduk Kherson, Apakah Ini Tanda Rusia Kalah dari Ukraina? 

Zuratul 14 Oct 2022, 11:25
Potret Masyarakat Kherson yang Di Mobilisasi ke Daerah yang Lebih Aman. (Dok. RMOL)
Potret Masyarakat Kherson yang Di Mobilisasi ke Daerah yang Lebih Aman. (Dok. RMOL)

RIAU24.COM - Gubernur wilayah Kherson Selatan Ukraina yang diangkat Rusia mengusulkan agar penduduk membawa anak-anak mereka dan pergi ke tempat yang lebih aman dalam keadaan sekarang. 

Hal ini menjadi tanda paling mencolok bahwa Moskow seperti kehilangan kendali di wilayah yang mereka klaim sendiri. 

Kantor berita Rusia TASS, pada Jumat 14 Oktober 2022 melaporkan, bahwa kelompok pertama warga sipil yang melarikan diri dari Kherson diperkirakan akan tiba di wilayah Rostov Rusia secepatnya hari ini.

"Setiap hari, kota-kota di wilayah Kherson menjadi sasaran serangan rudal," kata kepala pemerintahan Kherson Rusia Vladimir Saldo dalam sebuah pesan video. 

"Dengan demikian, kepemimpinan pemerintahan Kherson telah memutuskan untuk memberi keluarga Kherson pilihan untuk bepergian ke wilayah lain di Rusia untuk beristirahat dan belajar," sambungnya.

Ia mnyarankan semua penduduk wilayah Kherson untuk pergi ke tempat lain, bersama anak-anak mereka. Imbauan untuk pergi terutama diterapkan kepada warga di tepi barat Sungai Dnipro.

Kherson satu-satunya kota besar Ukraina yang direbut Rusia secara utuh sejak invasi pada Februari. Dia menjadi satu dari empat wilayah Ukraina yang diduduki dan diklaim Rusia.

Ini mengendalikan satu-satunya rute darat ke semenanjung Krimea yang direbut Rusia pada 2014, dan mulut Dnipro, sungai sepanjang 2.200 kilometer yang membelah Ukraina.

Sejak awal Oktober, pasukan Ukraina telah menerobos garis depan Rusia di sana dalam kemajuan terbesar mereka di selatan sejak perang dimulai. 

Sejak itu mereka telah maju dengan cepat di sepanjang tepi barat, bertujuan untuk memotong ribuan tentara Rusia dari jalur pasokan dan rute pelarian potensial di seberangnya.

TASS mengutip gubernur wilayah Rostov Rusia, yang berbatasan dengan wilayah Ukraina yang diklaim Rusia telah dicaplok, yang mengatakan bahwa wilayahnya siap menampung siapa pun yang memilih untuk meninggalkan Kherson, dengan kelompok pertama diharapkan pada Jumat.

(***)