Menu

Wabup Bengkalis Ajak KPAD Sosialisasikan Kasus HIV/AIDS

Dahari 30 Oct 2022, 13:28
Wabup Bengkalis Bagus Santoso
Wabup Bengkalis Bagus Santoso

RIAU24.COM -BENGKALIS - Sebagai upaya menekan angka perkembangan kasus HIV/AIDS di Negeri Junjungan, Komisi Penanggulanganan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Bengkalis menggelar pertemuan dan rapat anggota yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, 28 Oktober 2022 kemarin.

Rapat yang diikuti oleh beberapa Perangkat Daerah terkait dan seluruh anggota KPAD Bengkalis dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso yang sekaligus selaku Ketua Pelaksana KPAD Kabupaten Bengkalis.

Beberapa Agenda yang dibahas dalam Rapat tersebut yakni, terkait permasalahan penanggulangan AIDS serta hambatan dan tantangan dalam penanggulangannya di Kabupaten Bengkalis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit  Irawadi, menyampaikan, dalam penanganan HIV/AIDS ini perlu penanganan lebih serius dengan sasaran lokalisasi dan tempat terjadinya penularan HIV/AIDS tersebut seperti di tempat hiburan malam dan ini dilakukan secara terus menerus tanpa batas waktu.

Hal tersebut  diperkuat dengan data yang disampaikan Wabup Bagus Santoso dalam paparannya yang menyebutkan infeksi HIV/AIDS di Kabupaten Bengkalis telah terjadi hampir di semua kecamatan dengan sebaran berbagai  profesi dan dari berbagai golongan.

Wabup Bagus mengatakan sejak ditemukan tahun 2004 kasus penularan HIV/AIDS di Kabupaten bengkalis  cendrung meningkat.

"Hingga tahun 2022, sebanyak 730 orang dalam HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Bengkalis yang telah dilaporkan. Tahun ini hingga September 2022 terdapat sebanyak 32 ODHA di Kabupaten Bengkalis dengan rincian berdasarkan data Kumulatif Kasus HIV/AIDS berdasarkan Pekerjaan Dan Profesi terdapat 10 kasus dari Wiraswasta, Ibu Rumah Tangga (IRT)  sebanyak 5 kasus, Supir 4 kasus, Buruh 3 kasus, Securiti 2 kasus, pelajar 1 kasus, Petani 1 kasus, Manager 1 kasus, Honorer 1 kasus, Tidak Bekerja 4 Kasus,"kata Bagus Santoso.

Wabup juga menambahkan saat ini yang menjadi perhatian kita bersama dengan ditemukannya adanya ODHA yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Tentu ini menjadi catatan khusus bagi kita, dimana ketika terdapat temuan kasus baru terdapat anak-anak kita yang masih dalam usia pelajar dan mahasiswa,"katanya.

Dalam rapat tersebut Wabup Bagus juga menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS menjadi tugas semua pihak.

"Pemerintah Daerah melalui KPAD dan Dinas terkait merupakan ujung tombak dalam mensosialisasikan tentang bahaya HIV/AIDS ini, sehingga masyarakat benar-benar sadar bahwa virus tersebut sangat mematikan terutama dikalangan pelajar dan mahasiswa, jika ada informasi dari masyarakat bahwa ada yang diduga mengidap penyakit tersebut segera disikapi oleh petugas terkait, beri penanganan serta pendampingan. Karena kecenderungan ODHA  takut dan malu untuk periksa” ujarnya.

Dikatakan, pengidap penyakit tersebut mudah diketahui jika memanfaatkan semua sarana kesehatan yang ada untuk periksa kesehatan. Virus HIV tersebut kata Wabup Bagus ada disebabkan karena perilaku seks bebas dan perilaku seks menyimpang seperti Lelaki seks Lelaki (LSL) “Selain itu kita juga harus memastikan bahwa persedian obat-obatan untuk pengidap HIV/AIDS selalu ada di fasilitas kesehatan kita,”tegas Wabup Bagus.

Wabup Bagus berharap melalui rapat ini dapat semakin meningkatkan koordinasi dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS dan di Kabupaten Bengkalis.