Protes Covid di Guangzhou China Meningkat, Polisi Anti Huru hara Bersetelan Hazmat Bentrok Dengan Demonstran

Rabu, 30 November 2022 | 17:24 WIB
Protes Covid di Guangzhou China Meningkat, Polisi Anti Huru hara Bersetelan Hazmat Bentrok Dengan Demonstran Protes Covid di Guangzhou China Meningkat, Polisi Anti Huru hara Bersetelan Hazmat Bentrok Dengan Demonstran

RIAU24.COM - Di tengah protes yang sedang berlangsung di seluruh China terhadap kebijakan nol Covid yang ketat di negara itu, situasi meningkat di pusat manufaktur, distrik Haizhu di Guangzhou tempat para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi, Selasa malam. Beberapa video yang diverifikasi oleh Reuters juga menunjukkan beberapa orang ditahan oleh polisi. 

Dalam salah satu video, puluhan polisi anti huru hara bersetelan hazmat terlihat memegang perisai di depan serta yang lain menahannya di atas kepala untuk membuat penghalang dan berbaris menuju pengunjuk rasa yang melemparkan barang ke arah mereka. Beberapa penghalang kuncian terlihat rusak saat polisi bergerak melewatinya. 

Baca Juga: Kremlin Dukung Sayembara Berhadiah Uang Tunai 1 Rp Miliar Yang Bisa Merampas Tank NATO


Klip lain menunjukkan para demonstran melemparkan barang-barang ke arah polisi. Menurut Reuters, klip ketiga menunjukkan tabung gas air mata dilemparkan ke arah polisi dan mendarat di tengah kerumunan kecil di jalur sempit dan orang-orang lari dari asap. Sementara penyebab eskalasi ini masih belum jelas, Guangzhou adalah salah satu kota yang paling terpukul dengan gelombang infeksi COVID-19 terbaru di China. 

Selama akhir pekan dan Senin, beberapa kota besar termasuk Shanghai dan Beijing menyaksikan ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan untuk mengungkapkan kemarahan dan frustrasi mereka atas penguncian, tes Covid harian, dan pembatasan lainnya sejalan dengan kebijakan nol-Covid China. 

Posting media sosial mengatakan bentrokan itu terjadi pada Selasa malam dan disebabkan oleh ketidaksepakatan atas pembatasan penguncian yang disebabkan oleh pandemi di distrik tersebut. Lebih lanjut, laporan itu juga mengatakan bahwa barisan orang terlihat diborgol dibawa ke lokasi yang dirahasiakan. 

Baca Juga: BlockBerryCreative Keluarkan Petisi untuk Penangguhan Aktivitas Chuu di Televisi

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat negara itu mengatakan akan menindak "pasukan musuh" atas kegiatan infiltrasi dan sabotase mereka di China, Selasa malam. 

Karena sensor berat negara itu, tidak jelas berapa banyak kota yang menyaksikan protes. Namun, Pemantau Dissent China dari Freedom House yang didanai pemerintah Amerika Serikat memperkirakan setidaknya 27 demonstrasi terjadi dari Sabtu hingga Senin di seluruh negeri.  

 

***

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...