Rusia Ancam Bencana Global Usai Barat Janjikan Persenjataan Miliaran Dollar AS ke Ukraina

Senin, 23 Januari 2023 | 11:37 WIB
Perang Rusia dan Ukraina Perang Rusia dan Ukraina

RIAU24.COM - Pengiriman senjata ke Kiev yang mengancam wilayah Rusia dikabarkan dapat memicu bencana global. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Rendah Parlemen Rusia alias Duma, Vyacheslav Volodin.

Ancaman tersebut disampaikan Volodin, yang merupakan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, melalui Telegram pada Minggu (22/1).

Volodin memperingatkan, dukungan yang diberikan AS dan NATO ke Ukraina bisa menyeret dunia ke dalam perang yang mengerikan.

Baca Juga: Aktor Song Joong-ki Umumkan Menikah dengan Katy Louise Saunders, Dikabarkan Sedang Hamil

“Jika Washington dan negara-negara NATO memasok senjata yang akan digunakan untuk menyerang kota-kota sipil dan berusaha merebut wilayah kami, seperti yang mereka ancam, ini akan mengarah pada tindakan pembalasan dengan menggunakan senjata yang lebih kuat,” kata Volodin.

Dia menambahkan, argumen Rusia sebelumnya mengenai tidak digunakannya senjata pemusnah massal dalam konflik lokal tidak bisa lagi dipertahankan, sebagaimana dilansir Reuters.

"Argumen sebelumnya senjata nuklir tidak digunakan sebagai senjata pemusnah massal dalam konflik lokal tidak dapat dipertahankan, karena negara-negara itu tidak menghadapi situasi di mana terdapat ancaman pada keamanan warga dan integritas wilayah mereka," tambahnya.

Pekan lalu, Barat telah menjanjikan persenjataan dengan nilai mencapai miliaran dollar AS ke Ukraina. Meski demikian, NATO dan sekutunya masih gagal membujuk Jerman mengizinkan pengiriman tank Leopard 2 ke Ukraina.

Baca Juga: Grup K-Pop TXT Hadirkan Pesona Bali di MV Terbaru 'Sugar Rush Ride', Ini 4 Lokasi Shootingnya 

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Rusia telah menduduki beberapa wilayah Ukraina. Moskwa menyatakan tidak akan menyerahkan kembali wilayah yang berhasil mereka kuasai.

Di sisi lain, Ukraina menyatakan pihaknya tidak akan mau bernegosiasi hingga wilayahnya yang dikuasai Rusia dikembalikan.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...