Menu

Arab Saudi Sumbangkan Rp253 Miliar untuk Bantu Warga Korban yang Terdampak Gempa Turki-Suriah 

Zuratul 9 Feb 2023, 10:48
Potret Bantuan Berton-ton untuk Dimobilitas ke Turki-Suriah Bagi Korban Terdampak Gempa. (Liputan6.com/Foto)
Potret Bantuan Berton-ton untuk Dimobilitas ke Turki-Suriah Bagi Korban Terdampak Gempa. (Liputan6.com/Foto)

RIAU24.COM - Otoritas Arab Saudi meluncurkan kampanye untuk membantu korban gempa bumi di Turki dan Suriah. Beberapa jam setelah peresmian peluncurannya, tercatat dana yang terkumpul mencapai 63 juta riyal atau setara Rp 253 miliar.

Dilansir di Saudi Gazette, Kamis (9/2/2023), lebih dari 176.700 orang telah datang dengan sumbangan mereka. 

Adapun kampanye tersebut diluncurkan oleh Pusat Bantuan dan Pertolongan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief).

Bantu Gempa di Turki

Penasehat di Royal Court dan pengawas umum KSRelief, Dr Abdullah Al-Rabeeah, meluncurkan kampanye ini melalui platform elektronik Sahem. 

Tujuannya adalah untuj membantu para korban yang terkena dampak gempa di Turki dan Suriah.

Upaya kampanye ini disebut sebagai implementasi arahan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman.

Dorongan untuk mengulurkan bantuan kepada korban gempa ini juga digaungkan oleh Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS). 

Turkiye dan Suriah diketahui tengah menghadapi kehancuran besar-besaran dan hilangnya nyawa, akibat gempa berkekuatan 7,8 SR.

"Kami menyatakan solidaritas penuh dengan Turki dan Suriah. Kepada negara-negara Islam, lembaga amal dan kemanusiaan, serta dermawan, diharap dapat memberikan bantuan mendesak dan mengirim zakat, sedekah umum, dan lainnya," ujar Sekretaris Jenderal IUMS, Dr. Ali Qaradaghi.

Lebih lanjut, ia menegaskan tindakan memberi bantuan ini adalah salah satu kewajiban yang sah, terhadap saudara-saudara di Turki dan Suriah.

Dalam menjalankan fungsinya, Qatar Charity mengumumkan peluncuran kampanye bantuan untuk korban gempa bumi. 

Mereka mengatakan terus bekerja untuk memberikan bantuan kepada ribuan keluarga dan masyarakat yang terkena dampak gempa bumi.

Para korban disebut tidak dapat mengamankan kebutuhan dasar mereka, mengingat kondisi cuaca buruk yang menghambat operasi pencarian dan penyelamatan.

(***)