Menu

Rusia Tuding Pemerintah Ukraina Diam-diam Siap Invasi ke Transnistria di Moldova 

Zuratul 24 Feb 2023, 11:06
Potret Presiden Rusia Vladimir Putin yang Tetap Kekeh dengan Perang, Feeling AS-NATO sedang Rancang Serangan di Ukraina. (detik.com/Foto)
Potret Presiden Rusia Vladimir Putin yang Tetap Kekeh dengan Perang, Feeling AS-NATO sedang Rancang Serangan di Ukraina. (detik.com/Foto)

RIAU24.COM - Pemerintahan Rusia melontarkan tudingan bahwa Ukraina meningkatkan upaya untuk mengimnvasi Transnistria, wilayah separatis yang didukung Moskow di Moldova. 

Otoritas Rusia menegaskan akan memberikan 'respons' terhadap hal tersebut. 

Seperti dilansir AFP, Jumat (24/2) tuduhan itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia dalam penyataannya pada Kamis (23/2) waktu setempat menjelang peringatan setahun invasi Moskow ke Ukraina. 

Sejak melancarkan invasi skala besar tahun lalu, Kremlin dituduh meningkatkan ketegangan di Transnistria untuk mengacaukan Ukraina dan Moldova. 

"Rezim Kiev telah meningkatkan persiapan untuk ikvasi Republik Transnistria Moldova," demikian klaim Kementerian Pertahanan Rusia

"Pelaksananaan provokasi yang direncanakn oleh otoritas Ukraina menimbulkan ancaman baru terhadap kontingen penjaga perdamaian Rusia yang dikerahkan sevara legal di Transnistria," lanjutnya. 

"Angkatan Bersenjata Rusia akan merespons provokasi yang akan datang dari pihak Ukraina dengan cara yang pantas," tegas pernyataan itu.

Pemerintah Moldova dalam pernyataan pada Kamis (23/2) waktu setempat menegaskan tidak mengonfirmasi klaim Rusia itu.

"Otoritas negara ini tidak mengonfirmasi informasi yang dirilis pagi ini oleh Kementerian Pertahanan Rusia," demikian pernyataan pemerintah Moldova.

"Kami menyerukan ketenangan dan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi dan terpercaya Republik Moldova," imbuh pernyataan via Telegram itu.

Awal bulan ini, Presiden Moldova Maia Sandu menuduh Rusia merencanakan untuk menggulingkan pemerintahannya melalui para pelaku sabotase yang menyamar sebagai demonstran anti-pemerintah. Moskow membantah mentah-mentah klaim itu.

Transnistria merupakan wilayah sempit yang berbatasan dengan Ukraina, yang memisahkan diri dari Moldova setelah perang singkat terjadi tahun 1992 silam. Pasukan Rusia telah dikerahkan ke sana sejak saat itu.

Sementara Moldova merupakan negara miskin dengan penduduk 2,6 juta jiwa, yang mencakup kelompok minoritas Rusia yang cukup besar. Beberapa tahun terakhir, Moldova mengambil sikap pro-Barat yang memancing kemarahan Moskow.

(***)