Menu

Jenderal AS Sebut Bakhmut Telah Menjadi Pesta Pembantaian Rusia

Riko 31 Mar 2023, 16:21
Foto (net)
Foto (net)

RIAU24.COM - Kota Bakhmut di Ukraina yang  diperebutkan dengan sengit telah menjadi "pesta pembantaian" bagi pasukan Rusia yang berusaha merebut kota itu. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley. 

Berbicara kepada anggota parlemen di House Armed Services Committee pada Rabu lalu, Milley mengatakan pasukan Rusia tidak membuat kemajuan melalui Donetsk yang hancur dalam tiga minggu terakhir. 

"Ini pesta pembantaian bagi orang Rusia," kata Milley. 

"Mereka dihajar di sekitar Bahkmut dan Ukraina telah bertempur dengan sangat, sangat baik," imbuhnya seperti dikutip Sindonews dari Newsweek, Jumat (31/3/2023). 

Kota Bakhmut di Donbas timur telah lama menjadi fokus upaya militer Ukraina dan Rusia, menghancurkan kota dan sebagian besar mengosongkannya dari penduduknya. 

Ukraina telah berkomitmen untuk menahan tentara Moskow dan pejuang tentara bayaran Wagner Group di sana, meskipun ada kerugian besar di kedua sisi. Dikatakan oleh Milley, pasukan Rusia melakukan operasi tempur saat ini terutama di Bakhmut. 

"Mungkin sekitar 6.000 atau lebih tentara bayaran yang sebenarnya dan mungkin 20 atau 30.000 rekrutan lain yang mereka dapatkan, banyak di antaranya berasal dari penjara," ujarnya. 

 Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan jika Bakhmut jatuh, Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjual kemenangan ini ke Barat, ke masyarakatnya, ke China, ke Iran.

 "Jika Putin merasa ada darah - bau bahwa kita lemah - dia akan mendorong, mendorong, mendorong," kata Zelensky kepada Associated Press. 

Awal bulan ini, Zelensky mengunjungi Bakhmut, menulis di Telegram bahwa dia merasa terhormat berkunjung untuk menghargai para pahlawan negara itu. 

Dia melakukan perjalanan untuk berjabat tangan dan berterima kasih kepada mereka karena telah melindungi kedaulatan negara.