Menu

Topan Khanun Datang, Warga Korea Utara Diminta Utamakan Penjagaan Foto Kim Jong Un

Zuratul 11 Aug 2023, 10:30
Topan Khanun Datang, Warga Korea Utara Diminta Utamakan Penjagaan Foto Kim Jong Un. (Telegram/Foto)
Topan Khanun Datang, Warga Korea Utara Diminta Utamakan Penjagaan Foto Kim Jong Un. (Telegram/Foto)

RIAU24.COM - Pemerintah Otoriter di Korea itara memerintahkan seluruh warganya memprioritaskan m enjaga foto pemimpin mereka, Kim Jong-un.

Hal ini terjadi dikarenakan menyusul soal Topan Khanun yang akan menghanta, negara yang mengisolasi diri itu akhir pekan ini.

Dimana sebelumnya, peristiwa ini telah lebih duluy melanda Jepang dan Korea Selatan, Topan Khanun diprediksi bakal melewati sejumlah wilayah di Korut termasuk ibu Kota Pyongyang mulai Jumat (11/8).

Kantor berita Korut, KCNA, melaporkan militer dan Partai Buruh Korut memerintahkan warga dan pemerintah setempat menyiapkan langkah-langkah mitigasi banjir dan menyelamatkan hasil panen.

Namun, para pejabat Korut juga menegaskan "fokus utama" warga Korut dalam menghadapi topan Khanun adalah "memastikan keamanan" potret, patung, mozaik, mural, hingga monumen para pemimpinnya terutama Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un, sang ayah, dan kakeknya.

Dikutip ABC News, Korut memang sangat mengagungkan keluarga Kim yang berkuasa dan sangat protektif terhadap citra dinasti tersebut.

Potret Kim Jong Un serta ayah dan kakeknya, Kim Jong Il dan Kim Il Sung terpasang di mana-mana mulai dari tempat publik, lembaga pemerintah, sekolah, sampai rumah warga.

Meski kekuatan Topan Khanun telah diturunkan menjadi badai tropis, dampaknya diperkirakan bisa tetap besar bagi Korut.

Sebab, saat ini, Korut masih dilanda kelaparan hingga krisis pangan. Pada Februari, Kim Jong Un bahkan menggelar pertemuan Partai Buruh untuk secara khusus mengatasi kekurangan pangan dan masalah pertanian.

Di Korsel dan Jepang, Topan Khanun pun menyebabkan belasan ribu rumah mengalami padam listrik dan mengganggu jadwal penerbangan.

Gelaran Jambore Pramuka Dunia di Korsel juga semakin kacau akibat Topan Khanun, di mana panitia dan pemerintah Negeri Ginseng terpaksa mengevakuasi lebih dari 43 ribu peserta dari 150 negara.

(***)