Menu

Maafkan Perlakuan Moeldoko, AHY: Tapi Tidak Melupakan, Kita Lihat Saja

Rizka 11 Aug 2023, 13:11
Agus Harimurti Yudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono

RIAU24.COM Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku baik dia dan kader Partai Demokrat akan memaafkan apa yang dilakukan oleh Kepala Kantor Staf Presidenn (KSP) Moeldoko. Namun, AHY menegaskan tidak akan apa yang dilakukan Moeldoko terhadap partainya.

"Kami sebetulnya termasuk orang yang pandai memaafkan, tapi tidak melupakan begitu saja, para kader juga demikian, saya nggak tau di sana bagaimana. Itu kami seperti itu," kata AHY seperti dilansir dari news.detik.com, Jumat (11/8).

"Saya memilih untuk memaafkan tapi tidak melupakan, dan bagian tidak melupakan itu banyak aspeknya, kita lihat saja," sambungnya.

AHY mengaku enggan untuk mengungkap langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya jika Moeldoko kembali berupaya merebut Demokrat. Dia menekankan jika pihaknya sudah kebal dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh KSP Moeldoko.

"Saya tidak ingin menjelaskan sekarang langkah-langkah apa yang akan kami sampaikan, tapi kalau tadi kami sudah kebal ditakuti-takuti itu udah kebal," jelasnya.

Menurutnya, upaya hukum yang dilakukan KSP Moeldoko tidak membuat Partai Demokrat hilang fokus. Sebab, kata dia, tujuan Partai Demokrat bukan untuk beradu dengan KSP Moeldoko.

"Yang jelas kami juga punya inisiatif, punya sesuatu yang akan dijalankan, kami tidak tergoda untuk menjadi tidak fokus pada tujuan besar kami, perjuangan ini tujuan besarnya bukan beradu dengan KSP Moeldoko bukan," ungkap AHY.

"Tapi itu datang dengan sendirinya, datang tidak diundang," tambah dia.

Lebih lanjut, AHY menegaskan usaha KSP Moeldoko untuk membuat kader Demokrat pecah konsentrasi merupakan hal yang salah. Dia menuturkan jika saat ini partainya hanya akan fokus pada Pemilu 2024.

"Yang jelas saya bukan termasuk orang yang mudah pecah konsentrasi, mudah pecah fokus, kalau usaha mereka untuk membuat kita gagal fokus, mereka keliru. Kita tetap fokus pada Pemilu Pilpres dan Pileg," tuturnya.