Menu

Kebakaran Gunung Bromo Berhasil Dipadamkan usai 6 Hari Upaya Pemadaman, Imbas Flare Preweding

Zuratul 12 Sep 2023, 10:32
Kebakaran Gunugn Bromo Berhasil Dipadamkan usai 6 Hari Upaya Pemadaman, Imbas Flare Preweding. (BPBD Jatim/Foto)
Kebakaran Gunugn Bromo Berhasil Dipadamkan usai 6 Hari Upaya Pemadaman, Imbas Flare Preweding. (BPBD Jatim/Foto)

RIAU24.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat flare prewedding Blok Savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di Gunung Bromo berhasil dipadamkan.

Kebakaran berhasil dikendalikan setelah 6 hari upaya pemadaman sejak api berkobar Rabu (6/9) pekan lalu.

Saat ini, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto bersama Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Hendro Widjanarko memimpin langsung operasi pembasahan di sejumlah titik.

"Sebagaimana arahan Ibu Gubernur [red: Khofifah Indar Parawansa], kita ingin memastikan bahwa api dan asap di Gunung Bromo ini benar-benar padam," kata Gatot melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/9). 

Titik api yang sempat meluas hingga ke arah Kabupaten Malang dan Lumajang ini pun juga sudah dilaporkan padam. 

Hanya tersisa beberapa asap dari bara api yang tersimpan di tanah dan pohon yang terbakar. Karena itu pembasahan diperlukan.

Pembasahan itu dilakukan di area Krajan, Ngadireji, Kecamatan Sukapura; area Gedong, Sariwani, Kecamatan Sukapura; Bukit Plentong Kabupaten Malang dan kawasan Jemplang Watu Gede, Kabupaten Malang.

"Selain operasi pemadaman lewat darat, dalam dua hari ini juga telah dilangsungkan upaya pemadaman lewat udara, melalui water bombing," ucapnya.

Pembasahan itu dilakukan Tim BPBD Jatim, Tim BB TNBTS, Tim Tagana Dinsos Probolinggo, Tim BPBD Probolinggo, Tim BPBD Malang, Petugas Patroli Karhutla Gabungan Polsek Poncokusumo, Tim Damkar Manggala AGNI Brigade Pengendali Kebakaran Hutan, perwakilan LMDH, TNI, Polri dan masyarakat peduli api.

Sebelumnya, sepanjang Senin (11/9) kemarin, pemadaman dilakukan menggunakan helikopter BNPB Superpuma PK-DAN. 

Water bombing dilangsungkan sebanyak 46 kali dengan kapasitas air sebanyak 184.000 liter.

Operasi ini menyasar kawasan Keciri di wilayah Kabupaten Probolinggo, Bukit Kayangan, Bukit Plentong dan Jemplang Watu gede yang masuk wilayah Kabupaten Malang.

Diketahui, Blok Savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di Gunung Bromo kembali mengalami kebakaran pada pekan lalu. 

Diduga api berasal dari ulah pengunjung yang menyalakan flare saat sesi foto prewedding, Rabu (6/9).

Akibat kejadian itu, wisata Gunung Bromo dan sekitarnya ditutup sementara. 

Petugas saat ini sedang melakukan proses pemadaman.

Polres Probolinggo pun telah menetapkan satu orang tersangka dari peristiwa itu. 

Ia adalah AW (41) seorang manajer wedding organizer asal Lumajang.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah aparat menemukan dua alat bukti. 

Selain itu tersangka juga ternyata tidak memiliki Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi)

Karena perbuatannya, AW dijerat Pasal 50 ayat 3 huruf D Jo pasal 78 ayat 4 UU nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah dalam pasal 50 ayat 2 huruf b Jo Pasal 78 ayat 5 UU nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan PP pengganti UU RI nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU dan atau pasal 188 KUHP. ***