Menu

Biden Akan Memulai Upaya 100 Juta Dolar Untuk Memerangi Bakteri yang Resistan Terhadap Obat

Amastya 27 Sep 2023, 22:29
Superbug yang semakin 'anti peluru' bisa membunuh puluhan juta pada pertengahan abad /net
Superbug yang semakin 'anti peluru' bisa membunuh puluhan juta pada pertengahan abad /net

RIAU24.COM Presiden AS Joe Biden, pada Rabu (27 September), kemungkinan akan mengumumkan upaya penelitian senilai USD 100 juta untuk memerangi bakteri resisten obat yang mematikan, kata Reuters mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa lebih dari satu juta orang meninggal di seluruh dunia setiap tahun karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri resisten antibiotik.

Kekhawatiran berkembang di seluruh dunia bahwa bakteri menular akan segera benar-benar resisten terhadap antibiotik 'pilihan terakhir'.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS, lebih dari 35.000 orang kehilangan nyawa setiap tahun karena bakteri yang resistan terhadap obat.

Masalah bakteri obat-resitant diyakini menjadi lebih buruk setelah pandemi Covid karena banyak pasien Covid di seluruh dunia diberi resep antibiotik.

Para ahli di seluruh dunia telah memperingatkan 'superbug' atau bakteri berevolusi yang mengembangkan resistensi terhadap antibiotik karena penyalahgunaan dan penggunaan berlebihan.

Hal ini menimbulkan kebutuhan akan antibiotik baru yang mampu memerangi bakteri yang resistan terhadap obat. Namun, belum ada banyak insentif untuk penelitian semacam itu di perusahaan obat karena antibiotik tidak terlalu menguntungkan.

Dorongan besar oleh pemerintahan Biden akan memacu penelitian yang akan didorong oleh Advanced Research Projects Agency for Health (ARPA-H). Ini adalah lembaga penelitian pemerintah yang diluncurkan tahun lalu oleh Presiden Biden dan Kongres AS.

Telah dilaporkan bahwa Biden berencana untuk membuat pengumuman selama pertemuan di San Francisco dengan Dewan Penasihat Presiden untuk Sains dan Teknologi.

Dewan ini mencakup pakar akademis dan juga pejabat dari Advanced Micro Devices, Microsoft dan Google.

Reuters mengutip pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Biden juga kemungkinan akan membahas perintah eksekutif yang sedang disusun. Urutannya ada pada kecerdasan buatan.

(***)