Menu

Ratusan Lumba-lumba Mati Akibat Suhu Air di Amazon Memanas

Rizka 2 Oct 2023, 10:08
Lumba-luma di Sungai Amazon
Lumba-luma di Sungai Amazon

RIAU24.COM - Lebih dari 100 ekor ikan lumba-lumba ditemukan mati di Amazon Brasil. Kematian ini terjadi di tengah kekeringan bersejarah dan suhu air yang mencapai rekor tertinggi yang di beberapa tempat bahkan melebihi 39 derajat Celcius. 

Menurut Institut Mamiraua, sebuah fasilitas penelitian yang didanai oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan Brasil, lumba-lumba mati semuanya ditemukan di Danau Tefé selama tujuh hari terakhir.

Lembaga tersebut mengatakan, tingginya jumlah kematian hewan mamalia itu merupakan hal yang tidak biasa. Mereka memperkirakan suhu danau yang mencapai rekor tertinggi serta kekeringan di Amazon mungkin menjadi penyebabnya.

Hal ini kemungkinan akan menambah kekhawatiran para ilmuwan iklim atas dampak aktivitas manusia dan kekeringan ekstrem terhadap wilayah Amazon di Brasil.

"Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kejadian ekstrem ini, namun menurut para ahli kami, hal ini pasti terkait dengan periode kekeringan dan suhu tinggi di Danau Tefé, yang di beberapa titik suhunya melebihi 39 derajat Celsius," kata para peneliti institut tersebut. 

Sungai Amazon, saluran air terbesar di dunia, saat ini sedang memasuki musim kemarau, dan beberapa spesimen fauna sungai juga mengalami suhu yang mencapai rekor tertinggi. 

Para peneliti dan aktivis mencoba menyelamatkan lumba-lumba yang masih hidup dengan memindahkan mereka dari laguna dan kolam di pinggiran sungai ke bagian utama sungai yang airnya lebih dingin. Namun, operasi tersebut tidak mudah karena letaknya yang terpencil. 

“Memindahkan lumba-lumba sungai ke sungai lain tidaklah aman karena penting untuk memverifikasi apakah ada racun atau virus (sebelum melepaskan hewan tersebut ke alam liar),” André Coelho, peneliti di Institut Mamiraua.

Kekeringan di Amazon juga berdampak pada perekonomian.

Ketinggian air di bawah rata-rata telah dilaporkan di 59 kota di Negara Bagian Amazonas, sehingga menghambat aktivitas transportasi dan penangkapan ikan di sungai.

Pihak berwenang memperkirakan akan terjadi kekeringan yang lebih parah dalam beberapa minggu ke depan, yang dapat mengakibatkan kematian lumba-lumba lebih lanjut.