Menu

Model Berdarah Palestina Gigi Hadid Respons soal Tindakan Brutal Israel usai Digempur Hamas

Zuratul 11 Oct 2023, 15:08
Model Berdarah Palestina Gigi Hadid Respons soal Tindakan Brutal Israel usai Digempur Hamas. (X/Foto)
Model Berdarah Palestina Gigi Hadid Respons soal Tindakan Brutal Israel usai Digempur Hamas. (X/Foto)

RIAU24.COM -Supermodel berdarah Palestina-Belanda, Gigi Hadid akhirnya buka suara soal konflik Israel dan Hamas

Melalui unggahan di akun Instagram pribadi (@gigihadid), dia mengungkapkan empati dan belasungkawa atas perjuangan rakyat Palestina yang memperjuangkan kemerdekaan, terutama dari tangan Israel.

"Hati dan pikiran saya bersama semua orang yang terkena dampak tragedi yang tidak dapat dibenarkan ini. Setiap hari, nyawa orang yang tidak berdosa direnggut oleh konflik ini. Sebagian besar di antaranya adalah anak-anak," tulis Gigi, Rabu (11/10/2023).

Namun, Gigi menegaskan bahwa serangan yang dilakukan Hamas adalah tindakan yang tidak benar dan tidak sejalan dengan gerakan "Free Palestine" meskipun ia turut mengecam penindasan Israel terhadap rakyat Palestina.

Menurut Gigi, rakyat Palestina dan Israel adalah warga sipil yang tidak bersalah dan tidak pantas menjadi korban perang.

Lebih lanjut, supermodel berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa setiap manusia berhak untuk memperoleh hak dasar, perlakuan yang adil, dan keamanan tanpa melihat kewarganegaraan, agama, etnis, dan asal-usul lainnya.

"Penindasan terhadap orang tak berdosa tidak sejalan dengan gerakan "Free Palestine" dan tidak memberikan manfaat apapun. Justru, hal ini memicu siklus balas dendam yang menyakitkan dan berlangsung selama puluhan tahun," papar Gigi.

"Saya menyampaikan belasungkawa saya hari ini kepada orang yang saya cintai, baik Palestina maupun Yahudi (Israel). Saya mengirimkan cinta dan kekuatan kepada Anda, siapapun dan di mana pun Anda berada," ungkapnya.

Bersama adiknya, Bella Hadid dan Anwar Hadid, Gigi cukup vokal menyuarakan hak-hak rakyat Palestina

Dalam beberapa kesempatan, Hadid bersaudara sering menyerukan 'Free Palestine.'

Ayah mereka, Mohammaed Hadid, adalah seorang pengusaha asal Palestina yang bermigrasi ke Amerika. 

Sebelumnya, Hamas melakukan serangan mendadak kepada Israel pada Sabtu (7/10/2023) lalu. 

Dalam serangan tersebut, Hamas meluncurkan 5.000 roket dan serangan darat dari jalur Gaza.

Merespons hal tersebut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, langsung mendeklarasikan perang.

"Warga Israel. Kami sedang perang dan kami akan menang," ungkap Netanyahu melalui pernyataan publiknya, dikutip dari Times of Israel, Rabu (11/10/2023).

"Musuh (Hamas) akan menanggung akibat yang belum pernah mereka alami sebelumnya," lanjut Netanyahu lima jam sejak Kelompok Islam Palestina, Hamas, melakukan serangan kepada Israel.

(***)