Menu

Presiden Jokowi Umumkan Tahun 2024 Pemerintah Buka 2,3 Juta Lowongan CPNS dan PPPK, Berikut Formasinya

Zuratul 6 Jan 2024, 08:55
Presiden Jokowi Umumkan Tahun 2-24 Pemerintah Buka 2,3 Juta Lowongan CPNS dan PPPK, Fresh Graduate Jadi Prioritas. (@kemenpanrb/Instagram)
Presiden Jokowi Umumkan Tahun 2-24 Pemerintah Buka 2,3 Juta Lowongan CPNS dan PPPK, Fresh Graduate Jadi Prioritas. (@kemenpanrb/Instagram)

RIAU24.COM -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pembukaan rekrutmen untuk Calon Aparatue Sipil Negara (CASN) 2024. 

Hal ini menjadi kabar gembira bagi seluruh masyarakat Indonesia terkhusus bagi mereka yang baru menyelesaikan kuliah atau Fresh Graduate

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas selepas rapat bersama Presiden Jokowi di IStana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/1).

Azwar Anas menyampaikan, pada rekrutmen CASN 2024 kali ini, pemerintah membuka total 2.302.543 atau 2,3 juta lowongan. 

"Hari ini baru saja Bapak Presiden mengumumkan terkait dengan rekrutmen ASN di tahun 2024," kata Anas seperti dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Jumat (6/1/2023). 

"Totalnya 2.302.453," lanjutnya. 

Fresh Graduate Jadi Formasi Khusus 

Pada rekrutmen CASN dan PPPK 2024 kali ini, pemerintah diketahui telah membuka formasuk lowongan khusu untuk lulusan baru atau fresh graduate. 

Dari 2.302.453 total formasi CASN 2024 yang dibuka tersebut dibagi menjadi dua kategori utama, yakni untuk formasi CPNS dan PPPK

Sebanyaj 1.605.694 lowongan ini dialokasikan untuk formasi PPPK

Sementara itu untuk sisanya sebanyak 690.822 di peruntukkan untuk formasi CPNS umum atau fresh graduate. 

Jumlah ini lebih besar dan sangat jauh dibanding formasi yang dibuka pada tahun 2023 lalu, yakni sekitar 28.000 formasi. 

"Totalnya 2.302.543 yang terdiri dari 690.822 itu adalah (untuk seleksi) CPBS umum atau fresh graduate yang telah lama tidak dibuka (lowongannya) untuk ini," ujar Menpan RB Abdullah Azwar Anas. 

Anas menjelaskan, bahwa pemerintah ingin fokus merekrut talenta-talenta baru, khusunya talenta digital. 

Sebagain yang lulus dari tahapan test ini, akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

"Merekrut talenta-talenta baru kehususnya fresh graduate melalui seleksi CPNS. Talenta-talenta ini adalah talenta digital dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik yang merata di seluru Indonesia dan juga untuk IKN," tegasnya, kembali mengutip kompas.com pada pemberitaannya. 

"Jadi, talenta-talenta unggul nanti ini untuk di IKN sebagaimana arahan Bapak Presiden," lanjutnya. 

Untuk formasi IKN, nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan kementerian/lembaga. 

Terlbih, menurut Anas sistem pemerintah berbasis elektronik termasuk platform tinggal ASN akan diselesaikan pada bulan ini. 

"Ini kan baru formasi yang ditetapkan. Nanti akan kita hitungh sesuai dengan kebutuhan kementerian lembaga yang akan pindah ke IKN. Sehinggam dengan demikian cara kerj ASN ke depan akan lebih lincah, lebih efektif, dan pelayanan publiknya akan lebih berdampak," ujar Anas. 

Rincian Formasi CASN 2024 

Menpan RB membeberkan rincian formasi yang akan dibuka untuk rekrutmen CPNS dan PPPK 2024. 

Dari total 2,3 juta lowongan ASN, sebanyak 429.183 di antaranya untuk intansi pusat. 

Dari 429.183 kebutuhan untuk instansi pusat itu, di dalamnnya ada 207.247 lowongan untuk CPNS fresh graduate. 

"Itu untuk dosen sebanyak 15.460 formasi, tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis sebanyak 191.787," ucap Anas. 

Selanjutnya, untuk lowongan PPPK sebanyak 221.936. 

Jumlah diperuntukkan bagi formasi tenaga gurum tenaga kesehatan dan tenaga teknis. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi lewat video yang unggah oleh akun Instagram resmi @menpanrb. 

Lebih lanjut, Anas mengatakan untuk seleksi ASN di daerah dibuka sebanyak 1.867.333 formasi. 

"Yang terdiri atas CPNS yang fresh gradute atau CPNS umum sebanyak 483.575 formasi untuk tenaga teknis. 

Kemudian PPK sebanyak 1.383.758 yang terdiri dari tenaga guru sebanyak 419.146," jelas Anas. 

"Kemudian tenaga kesehatan sebanyak 417.196 dan tenaga teknis sebanyak 547.416," lanjutnya. 

Anas mengatakan, kebutuhan seleksi ASN untuk instansi daerah akan lebih besar dibandingkan instansi pusat.

Sebab, kebutuhan ASN di daerah lebih tinggi 70 persen dibanding ASN kita yang ada di pusat.

Seperti tahun sebelumnya, pada rekrutmen CASN 2024 pemerintah juga masih fokus pada pelayanan dasar, yaitu tenaga kesehatan dan tenaga pengajar atau guru.

"Arah kebijakan terkait dengan rekrutmen ini fokus kepada pelayanan dasar, yaitu tenaga guru dan tenaga kesehatan yang belum terpenuhinya kebutuhan pelayanan dasar, yaitu guru tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk di daerah-daerah pinggiran atau 3T," pungkas Anas.

(***)