Menu

Rusia Lakukan Penangkapan dan Hukuman Untuk Ekstremisme LGBT

Amastya 2 Feb 2024, 07:53
Pekan lalu, sebuah pengadilan di kota Nizhny Novgorod, Rusia, menghukum seorang wanita lima hari dalam penahanan administratif berdasarkan undang-undang yang baru saja disahkan /Reuters
Pekan lalu, sebuah pengadilan di kota Nizhny Novgorod, Rusia, menghukum seorang wanita lima hari dalam penahanan administratif berdasarkan undang-undang yang baru saja disahkan /Reuters

RIAU24.COM Pengadilan Rusia telah menjatuhkan hukuman pertama sejak Moskow melarang gerakan LGBT internasionalmakhir tahun lalu. Pada Kamis (1 Februari), ada tiga kasus yang dilaporkan mengenai larangan khusus di beberapa kota Rusia.

Pada hari Kamis (1 Februari), sebuah pengadilan di wilayah selatan Volgograd menemukan seorang pria bersalah karena menampilkan simbol-simbol organisasi ekstremis setelah ia memposting gambar bendera LGBT secara online, lapor Reuters mengutip layanan pers pengadilan.

Artyom P diperintahkan untuk membayar denda $ 11 (1.000 rubel) setelah dia mengaku bersalah dan bertobat, mengatakan dia telah memposting gambar "karena kebodohan," sesuai dengan kantor berita.

Pekan lalu, sebuah pengadilan di kota Nizhny Novgorod, Rusia, menghukum seorang wanita lima hari dalam penahanan administratif berdasarkan undang-undang yang baru saja disahkan.

Sebuah laporan oleh The Moscow Times, pada hari Kamis (1 Februari) mengutip kelompok hak asasi manusia Egida mengatakan bahwa seorang wanita dipenjara karena mengenakan anting-anting pelangi.

Wanita itu diidentifikasi sebagai Anastasia Yershova dalam dokumen pengadilan.

Halaman: 12Lihat Semua