Menu

Rusia dan China Kompak Kecam Amerika Serikat di DK PBB, Singgung AS yang Acak-acak Timteng 

Zuratul 7 Feb 2024, 09:42
Rusia dan China Kompak Kecam Amerika Serikat di DK PBB, Singgung AS yang Acak-acak Timteng. (X/@Vendra_deje)
Rusia dan China Kompak Kecam Amerika Serikat di DK PBB, Singgung AS yang Acak-acak Timteng. (X/@Vendra_deje)

RIAU24.COM -Pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) kali ini menjadi ajang kecaman dari Rusia dan China ke musuh mereka Amerika Serikat (AS). 

Kedua negara yang menjadi teman dari Iran ini tidak terima AS mengacak-acak Timur Tengah seperti yang terjadi belakangan ini.

Melansir AFP, Selasa (6/2/2024), militer AS menyerang puluhan target terkait Iran di wilayah Irak dan Suriah pada Jumat (2/2) malam hingga Sabtu (3/2) lalu. 

Klaim hal ini sebagai pembalasan atas serangan drone yang menewaskan tiga tentara AS di pangkalan Yordania pada 28 Januari lalu.

Serangan-serangan udara AS yang menargetkan unit pasukan elite Iran dan kelompok milisi yang didukung Teheran. 

Akibatnya telah memicu kekhawatiran bahwa perang yang berkecamuk antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza bisa berubah menjadi konflik regional.

"Sudah jelas bahwa serangan udara Amerika secara spesifik, secara sengaja bertujuan untuk mengobarkan konflik," tuding Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzia, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB yang digelar Senin (5/2) waktu setempat. Pertemuan itu diusulkan oleh Moskow.

Duta Besar China untuk PBB, Jun Zhang, melontarkan tudingan serupa dalam forum yang sama. 

"Tindakan AS pasti memperburuk lingkaran setan kekerasan di Timur Tengah," sebutnya.

Amerika Beri pembelaan 

Gedung Putih mengatakan pada Minggu (4/2) waktu setempat bahwa AS merencanakan lebih banyak serangan balasan.

Penegasan serupa disampaikan oleh Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood.

"Biar saya perjelas, Amerika Serikat tidak menginginkan lebih banyak konflik di kawasan tersebut ketika kami secara aktif berupaya untuk mengatasi dan meredakan konflik di Gaza," ujarnya.

"Kami tidak mencari konflik langsung dengan Iran, namun kami akan terus mempertahankan personel-personel kami dari serangan-serangan yang tidak bisa diterima. Titik," tegas Wood.

(***)