Menu

Pakar Ini Nilai Perbedaan Signifikan Hasil KPU dan Quick Count Bisa Sebab Jadi Indikasi Kecurangan Pemilu 2024

Zuratul 7 Mar 2024, 11:17
Pakar Ini Nilai Beda Signifikan Hasil KPU dan Quick Count Bisa Sebab Jadi Indikasi Kecurangan.
Pakar Ini Nilai Beda Signifikan Hasil KPU dan Quick Count Bisa Sebab Jadi Indikasi Kecurangan.

RIAU24.COM - Direktur Eksekutif Populi center Afrimadona menuturkan perolehan suara Pilpres dan pilegh berso rekapitulasi KPU semestinya tidak akan berbeda jauh dengan hitung cepat di sejumlah lembaga survei. 

Afri menjelaskan bahwa perbedaan suara kemungkinan hanya terpaut 1 persen saja sesuai denga  margin eror. 

Namun ia menegaskan jika perbedaan hasil quick caount dan real count terlalu jauh, maka patut dicurigai ada kecurangan yang terjadi di Pemilu. 

"Hasil quick count hampir semua sama. Karena itu, kalau terjadi perbedaan yang signifikan dengan hasil final nanti, ada kemungkinan memang electoral fraud itu terjadi," ucap Afri melansir CNNIndonesia, Selasa (5/3). 

Pernyataan tersebut Afri sampaikan merespons anomali perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena tiba-tiba naik sevara signifikan. 

Berdasarkan data teranyar real count KPU per pukul 16.00 WIB (5/3), PSI merengkuh suara 3,13 persen. 

Perolehan suara itu didapat dari 65,90 persen atau 542.508 TPS dari 823.236 TPS. 

Sementara dari hasil perolehan hitung cepat Populi Center, dengan daat 99,30 persen, PSI hanya memperoleh 2,62 persen. 

"Jadi kemungkinan ya SI akan ettap sama, seperti hasil quick caount gagal lolos ke parlemen," ucapnya. 

Ia menegaskan bahwa lembag survei bekerja dengan cara mengambil data dari sampel TPS yang bisa dipertanggungjawabkan. 

Oleh sebab itu, dengan metode masing-masing yang digunakan, hasil quick count lembaga survei tidak akan jauh berbeda dengan rekapitulasi KPU. 

(***)