Menu

Ini Akibatnya Jika Israel Benar-benar Balas Serangan Iran

Rizka 17 Apr 2024, 20:00
Iran serang Israel
Iran serang Israel

RIAU24.COM Israel menegaskan berani menyerang balik Iran sebagai balasan usai diserang Teheran.

Serangan oleh Garda Revolusi Iran pada Sabtu (13/4) lalu membuat Israel ketar-ketir akan ancaman yang mungkin datang melanda negaranya.

Gempuran yang menargetkan pangkalan militer Israel dan melibatkan lebih dari 300 pesawat nirawak serta rudal balistik tersebut cukup memanaskan situasi geopolitik dunia.

Pasalnya, konflik tersebut telah menjadi sorotan komunitas internasional hingga mendapat kecaman dari berbagai negara.

Serangan drone dan rudal Iran menjadi salah satu pembalasan akibat ulah keji Israel yang menargetkan Kedutaan Besar Teheran di Damaskus, Suriah. Penyerangan tersebut menewaskan beberapa pejabat tinggi Iran termasuk dua jenderal militernya.

Lantas, apa ganjaran yang mungkin terjadi jika Israel memutuskan untuk menyerang balik Iran?

Gempuran Iran tersebut telah membuat kabinet perang Israel mengalami kebuntuan karena memperdebatkan soal penyerangan balik.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pun mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan ikut serta dalam berbagai tindakan yang dilakukan Israel. Biden juga dengan jelas menyatakan bahwa "kita harus berpikir secara hati-hati dan strategis".

Keterlibatan negara Barat

Beberapa negara Barat yang menyokong Israel pun turut andil dalam membela sekutunya itu. Seperti AS, Inggris, Prancis, hingga Yordania yang membantu menangkis serangan rudal balistik Iran.

Melansir dari Associated Press, koalisi kerjasama internasional tersebut bekerja di bawah kepemimpinan Komando Pusat AS. Negeri Paman Sam tersebut bersekongkol dengan Israel dan beberapa negara Arab moderat yang membentuk kubu untuk melawan Iran.

Seperti Yordania sebagai negara Arab moderat dengan rumah bagi penduduk Palestina tergabung dalam upaya tersebut. Meski sempat berselisih dengan Israel karena perang di Gaza, Amman menyebut partisipasinya sebagai bentuk pembelaan diri.

Arab Saudi pun disebut melakukan hal serupa yang melibatkan upaya normalisasi hubungan antara Riyadh dengan Tel Aviv maupun Washington.

Namun, upaya Israel di kawasan Timur Tengah untuk dapat bertahan tidak semudah yang diperkirakan.

Seorang peneliti senior dari Institute Keamanan Nasional Israel, Yoel Guzansky mengungkapkan bahwa Israel akan jauh lebih berisiko jika bertindak seorang diri.

"Israel dapat mengambil keuntungan dari hal ini dan membeli banyak kredit saat ini, jika mereka tidak melancarkan serangan balasan besar-besaran. Tetapi jika ia menyerang, banyak keuntungan yang hilang," kata Guzansky.

Namun, dukungan dari negara-negara Arab tidak serta merta untuk membantu Israel dalam melakukan serangan balik melainkan sebagai bentuk pertahanan diri.

Peneliti senior Pusat Studi Strategis dan Internasional AS Daniel Byman menimpali bahwa keterlibatan negara Arab dalam mendukung Israel akan dilihat sebagai tindakan permusuhan bagi Iran.

"Meskipun negara-negara ini tidak menyukai Iran, mereka tidak terlalu ingin terlihat berada di pihak Israel yang melakukan hal tersebut," ujar Byman.