Menu

Kuwait Mencabut Kewarganegaraan Lebih dari 37.000 Orang, Kebanyakan Perempuan

Amastya 26 May 2025, 17:22
Pimpinan Kuwait, Emir Sheikh Meshal al-Ahmad Al-Sabah /net
Pimpinan Kuwait, Emir Sheikh Meshal al-Ahmad Al-Sabah /net

RIAU24.COM - Dalam sebuah tindakan yang mengejutkan, Kuwait telah mencabut kewarganegaraan lebih dari 37.000 orang, sebagian besar adalah perempuan.

Beberapa di antaranya telah berada di tanah Kuwait selama lebih dari 20 tahun yang telah mereka peroleh melalui pernikahan.

“Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif reformis yang dipimpin oleh Emir Sheikh Meshal al-Ahmad Al-Sabah, dan tujuannya adalah untuk membatasi kewarganegaraan bagi mereka yang memiliki hubungan darah dan membentuk kembali identitas Kuwait setelah bertahun-tahun mengalami krisis politik,” kata laporan AFP.

Lama, yang berusia 50-an, terkejut saat mengetahui bahwa ia bukan lagi warga negara Kuwait.

Kenyataan pahit itu menimpanya saat pembayaran kartu kreditnya untuk kelas olahraga mingguan di Kuwait City ditolak.

Ia pun mengetahui bahwa rekening banknya dibekukan sementara karena kewarganegaraannya, yang diperoleh melalui pernikahan, telah dicabut.

Halaman: 12Lihat Semua