Mengerikan, Ilmuwan Australia Temukan Virus Baru dari Kelelawar
Bisa Memicu Wabah?
Penemuan ini juga menjadi landasan bagi penelitian lebih lanjut untuk membandingkan Salt Gully virus dengan Hendra dan Nipah, termasuk potensi kemampuannya menimbulkan penyakit. "Temuan awal menunjukkan Salt Gully virus tidak bergantung pada reseptor sel yang sama dengan Hendra atau Nipah, sehingga proses infeksinya kemungkinan berbeda. Karena itu, kita belum bisa memprediksi apakah virus ini dapat memicu wabah penyakit pada manusia atau hewan di masa depan," jelas Jennifer Barr.
Dengan memahami lebih jauh virus-virus ini, peneliti dapat lebih siap menghadapi potensi wabah.
"Sekarang setelah virus ini berhasil diidentifikasi, kami bisa mengembangkan tes diagnostik. Artinya, jika terjadi penularan dari kelelawar dan muncul wabah, kita sudah memiliki alat untuk mendeteksinya lebih cepat, sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan," tambah Barr.
Vaksin Hendra yang sudah ada untuk kuda tetap efektif melawan penyakit akibat Hendra, dan penemuan Salt Gully virus tidak mengurangi perlindungan tersebut. Dengan demikian, risiko kesehatan dari kelelawar bagi saat ini tidak berubah.
ACDP (Australian Centre for Disease Preparedness) menjadi bagian penting dalam kesiapan Australia menghadapi wabah penyakit. Fasilitasnya yang sangat aman secara mikrobiologi maupun fisik memungkinkan tim peneliti bekerja dengan penyakit hewan dan zoonosis tanpa risiko penyebaran keluar.