Selain Israel, Negara-negara Ini Juga Pernah Lakukan Genosida
Sebagian besar yang mengungsi ke Srebrenica hanya memiliki sedikit makanan sejak meninggalkan desa mereka, dan satu-satunya sumber air, sungai, sangat tercemar oleh jeroan, kotoran, dan minyak.
Menanggapi situasi kemanusiaan yang memburuk dengan cepat, pada bulan April 1993 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Resolusi 819 yang menyatakan Srebrenica sebagai 'daerah aman'.
Beberapa hari kemudian, sebuah perjanjian ditandatangani yang menyerukan gencatan senjata total di Srebrenica, demiliterisasi enklave tersebut, pengerahan pasukan UNPROFOR (Pasukan Perlindungan Perserikatan Bangsa-Bangsa) ke Srebrenica, dan pembukaan koridor antara Tuzla dan Srebrenica untuk evakuasi korban luka berat dan sakit.
Namun pada Maret 1995, Radovan Karadžić, Presiden dan Panglima Tertinggi angkatan bersenjata Republika Srpska, entitas yang memproklamirkan diri, menginstruksikan pasukan Serbia Bosnia untuk membasmi penduduk Muslim dari enklave Srebrenica dan Žepa.
2. Genosida Suku Tutsi
Selama sekitar 100 hari, dimulai pada 7 April 1994, suku Tusti di Rwanda mengalami kekejaman oleh milisi bersenjata Hutu yang didukung oleh pemerintah.