Purbaya Klaim Punya Jurus Genjot Ekonomi RI Lebih Cepat, Tanpa Menambah Utang
Hal itu dipastikan akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pemerintah, termasuk soal utang.
"Kalau ekonominya kekencengan, ya enggak usah kebanyakan utang, tapi kalau ekonomi butuh stimulus ya kita kasih stimulus dari ekonomi dan mungkin dalam hal itu harus menambah utang. Jadi, batas-batas utang itu harusnya enggak rigid, tapi tergantung pada kondisi ekonomi," tegas Purbaya.
Ia juga berjanji tidak akan melakukan pemotongan anggaran di sana-sini. Ia mengatakan langkah tersebut adalah pemicu ekonomi lesu, bahkan berujung pada demonstrasi besar-besaran di tanah air.
Tanpa tambahan pajak baru, Purbaya tetap optimistis bisa meraup cukup banyak uang. Ia mengatakan bakal ada tambahan Rp220 triliun lebih dari setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi yang dicapai Indonesia.
Sedangkan target pertumbuhan Indonesia di 2026 dipatok 5,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun ini yang berada di level 5,2 persen year on year (yoy).
"Kalau lagi butuh, kita dorong. Tapi kalau enggak butuh, kita kurangi (utang). Kalau seperti sekarang, saya potong semua, belanja daerah enggak saya tambah, yang lain-lainnya saya potong. Ekonomi lagi melambat, akibatnya Anda melihat kan beberapa minggu yang lalu ada demo besar-besaran. Anda mau itu?" tutur Purbaya.