Respons Petinggi Hamas Ghazi Ahmad usai Didesak Tak Lagi Memerintah Gaza
RIAU24.COM -Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, memberikan respon nya usai didesak untuk tak lagi memerintah di Jalur Gaza.
Hamas menegaskan bahwa mereka bagian yang tak terpisahkan dari rakyat Palestina dan tidak bisa dikesampingkan.
"Namun seperti yang telah saya katakan berulang kali mengenai pemerintahan di Gaza, kami siap untuk keluar dari pemerintahan di Gaza. Kami tidak keberatan dengan hal itu," kata pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, dikutip CNN.
Hamad juga menyinggung berhasil selamat dari serangan Israel di Qatar, menyebutnya sebagai sebuah "mukjizat" karena rudal menyerang dekat dengan lokasi mereka tinggal.
Ia pun mengatakan bahwa Israel sengaja menyerang orang-orang dalam tim negosiasi dari Hamas dan berniat membunuh mereka semua.
Hamas mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza dari Fattah yang menguasai Otoritas Palestina (PA) pada Juni 2007 hingga perang Gaza pada 7 Oktober 2023.