Menu

Warga Binaan Lapas Bengkalis Masuk Islam dari Atong Menjadi Muhammad Syarif

Dahari 23 Jan 2026, 14:03
Warga Binaan Lapas Bengkalis Masuk Islam dari Atong Menjadi Muhammad Syarif
Warga Binaan Lapas Bengkalis Masuk Islam dari Atong Menjadi Muhammad Syarif

RIAU24.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan.

Jumat 23 Januari 2026 seorang warga binaan bernama Atong berawal beragama Tionghoa secara resmi memeluk agama Islam mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Ihsan Lapas Kelas IIA Bengkalis dengan nama muslim Muhammad Syarif.

Pengucapan dua kalimat syahadat tersebut dipimpin ustad Muhammad Farduka.

"Kegiatan pengucapan dua kalimat syahadat ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kerohanian Islam yang rutin dilakukan di Lapas Bengkalis,"ungkap Kalapas  Priyo Tri Laksono.

Prosesi tersebut disaksikan 36 orang WBP santri dan disaksikan oleh petugas pemasyarakatan.

Pengawasan kegiatan dilakukan oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), staf Bimkemaswat, serta petugas jaga, guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan khidmat.

Sementara, Kasubsi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Bengkalis, Raja Ade Kurniawan  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pembinaan spiritual bagi warga binaan.

“Pengucapan dua kalimat syahadat ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal perjalanan spiritual bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap keimanan yang baru tumbuh ini dapat menjadi bekal perubahan positif selama menjalani masa pidana dan setelah kembali ke masyarakat,”sambung Raja Ade Kurniawan.

Sementara itu, WBP yang telah resmi menjadi mualaf bernama M Syarif. Dia mengatakan rasa syukur dan harunya setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Saya merasa tenang dan bersyukur bisa mendapatkan hidayah di tempat ini. Semoga saya bisa istiqamah menjalankan ajaran Islam dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,”ujar M Syarif.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang humanis dan bermakna, sebagai bagian dari proses pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan yang beriman, bertanggung jawab, dan siap kembali ke tengah masyarakat.