Menu

Satu Rusa Hilang Diduga Dimutilasi, Satu Lagi Mati di Penangkaran

Lina 17 Mar 2026, 12:34
Satu Rusa Hilang Diduga Dimutilasi, Satu Lagi Mati di Penangkaran
Satu Rusa Hilang Diduga Dimutilasi, Satu Lagi Mati di Penangkaran

RIAU24.COM - SIAK – Aksi pencurian disertai dugaan penganiayaan terhadap satwa terjadi di kawasan taman rusa yang berada di bawah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) atau yang dikenal sebagai Jembatan Siak, tepatnya di area penangkaran sebelah Taman Teratai, Senin (16 Maret 2026).

Dalam peristiwa tersebut, satu ekor rusa dilaporkan hilang diduga dimutilasi oleh pelaku, sementara satu ekor lainnya mati setelah mengalami luka parah akibat dianiaya.

Rusa yang menjadi korban diketahui merupakan bagian dari penangkaran yang telah lama ada dan disebut sebagai peninggalan masa kepemimpinan Bupati Siak terdahulu, Arwin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku diduga masuk ke area penangkaran saat subuh hari. Seekor rusa diduga disembelih di lokasi, ditandai dengan ditemukannya sisa-sisa organ tubuh yang berserakan. Namun, bangkai utama rusa tersebut tidak ditemukan dan diduga telah dibawa kabur oleh pelaku.

Sementara itu, satu ekor rusa lainnya mengalami nasib tragis setelah diburu dan dipukul oleh pelaku hingga mengalami patah kaki. Rusa tersebut sempat bertahan hingga sekitar pukul 11.00 WIB sebelum akhirnya mati.

Peristiwa ini mengejutkan masyarakat, mengingat lokasi penangkaran berada di kawasan ikon wisata Kabupaten Siak.

Pihak kepolisian dari Polsek setempat bersama Polres Siak telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari saksi guna mengungkap pelaku.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Paula Candra, mengaku pihaknya masih belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut.

“Untuk kejadian pastinya kami belum mengetahui secara detail. Yang kami dapatkan di lapangan, ditemukan satu rusa dalam kondisi mati dan ada sisa-sisa isi perut yang berserakan, sementara bangkai utamanya tidak ditemukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kejadian yang sebenarnya sekaligus menentukan langkah penanganan ke depan.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat berharap pelaku segera ditangkap, mengingat kejadian tersebut tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga menyangkut kelestarian satwa serta citra kawasan wisata di Kabupaten Siak.(Lin)