Menu

Berikut Keterangan Polisi Anak Habisi Nyawa Ayah Kandung di Bengkalis

Dahari 8 Apr 2026, 13:35
Berikut Keterangan Polisi Anak Habisi Nyawa Ayah Kandung di Bengkalis
Berikut Keterangan Polisi Anak Habisi Nyawa Ayah Kandung di Bengkalis

RIAU24.COM - BENGKALIS - Rijal Pasaribu (47) ditemukan tewas bersimbah darah yang secara mengenaskan di dalam rumahnya sendiri. Ia diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.

Peristiwa tragis terjadi di wilayah Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa 7 April 2026 siang kemarin.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian saleh siregar dalam keterangannya menyampaikan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pada pukul 13.19 WIB.

Informasi itu segera ditindaklanjuti oleh personel Bhabinkamtibmas dan piket fungsi yang langsung menuju lokasi kejadian perkara.

Setibanya di TKP petugas menemukan korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamar dengan luka yang sangat parah. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan leher menyebabkan kematian di tempat.

"Bahkan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan bagian leher hampir terputus. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, diketahui bahwa sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran antara korban dengan istrinya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui meminta sejumlah uang dan sempat terjadi cekcok. Setelah itu, istri korban pergi ke ladang meninggalkan korban bersama anaknya di rumah,"kata Kapolres Bengkalis.

Diduga, pelaku yang merupakan anak kandung korban berinisial RMMP (19) yang saat itu berada di rumah, kemudian melakukan aksi nekatnya sekitar pukul 13.00 WIB. Saat korban sedang tertidur di dalam kamar.

"Pelaku mengambil sebilah parang dari gudang dan langsung melakukan penyerangan dengan membacok korban berkali-kali di bagian kepala dan leher,"ujarnya.

Akibat serangan tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan luka yang sangat serius. Hasil visum sementara menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

Tidak lama setelah kejadian, unit Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin oleh Kanit Reskrim IPTU Donni Widodo Siagian langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Pinggir untuk menjalani proses pemeriksaan, penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau guna dilakukan visum et repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Polisi juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan barang bukti dan pelaku," ungkapnya.

Hingga saat ini, motif pasti dari peristiwa tragis tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Namun, dugaan kuat sementara mengarah pada faktor konflik keluarga yang memicu tindakan kekerasan berujung kehilangan nyawa.

"Pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan terkendali, serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,"ujarnya.

"Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat pelaku merupakan anak kandung korban sendiri, yang seharusnya menjadi pelindung, namun justru berujung pada tindakan yang sangat tragis," pungkas Kapolres.