Kehebatan War Ticket: Tahun Depan Tak Ada Lagi yang Antre Naik Haji
RIAU24.COM - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, wacana skema war ticket bisa diterapkan tanpa harus mengorbankan calon jemaah haji yang sudah mendaftar sebelumnya.
Menurutnya, wacana ini muncul sebagai transformasi dalam penyelenggaraan ibadah haji agar dapat memperpendek masa tunggu bagi jemaah, dikutip dari kompas.com, Jumat, 10 April 2026.
"War ticket tidak mengorbankan yang antre, tetapi memberikan peluang untuk mengakselerasi antrean menjadi lebih pendek, pada titik tahun berikutnya, antrean sudah tidak ada lagi," harapnya.
Tambahnya, sebutan war ticket juga bukan berarti calon jemaah haji harus berebut kuota lewat situs atau website.
"Kami menggunakan pola istilah kasarnya, istilah populer itu war ticket. War ticket bukan berarti lomba-lomba beli di situs segala macam, kami membangun sistemnya," sebutnya.
Dia mencontohkan, apabila skema ini diputuskan oleh pemerintah dan DPR dengan ongkos haji Rp 200 juta, maka calon jemaah yang mampu dapat langsung membeli.
"Jemaah haji yang sanggup membayar Rp 200 juta mereka tinggal beli. Yang mau tetap antre, ya mereka tetap antre, semuanya harus dibuat di-cover melalui regulasi yang kuat supaya ada transformasi yang mendasar di tata kelola keuangan haji, " tutupnya.