Sejarah Tak Boleh Dilupakan, Bupati Siak Angkat Isu Identitas Melayu
“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat, dari membangun rumah hingga pernikahan. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.
Ia menekankan bahwa pelestarian adat tidak boleh berhenti pada simbol semata, tetapi harus dihidupkan kembali, terutama di kalangan generasi muda.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, seperti pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak Sri Indrapura sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.
Afni juga mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda—untuk bersatu menjaga warisan budaya tanpa memelintir sejarah.
“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus merawat semangat kebersamaan serta menghormati para sultan sebagai bagian dari warisan sejarah Melayu.