Menu

Sejarah Tak Boleh Dilupakan, Bupati Siak Angkat Isu Identitas Melayu

Lina 19 Apr 2026, 19:23
Sejarah Tak Boleh Dilupakan, Bupati Siak Angkat Isu Identitas Melayu
Sejarah Tak Boleh Dilupakan, Bupati Siak Angkat Isu Identitas Melayu

RIAU24.COM - PEKANBARU – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi Melayu di tengah derasnya arus modernisasi yang dinilai mulai menggerus identitas budaya masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pergelaran drama musikal dan peluncuran lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak, di Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Afni menegaskan bahwa sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak terpisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini.

“Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun menurutnya, komitmen tersebut harus diiringi dengan keadilan bagi masyarakat adat sebagai pewaris nilai sejarah.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu, tidak hanya dari sisi wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat, dari membangun rumah hingga pernikahan. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.

Ia menekankan bahwa pelestarian adat tidak boleh berhenti pada simbol semata, tetapi harus dihidupkan kembali, terutama di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, seperti pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak Sri Indrapura sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.

Afni juga mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda—untuk bersatu menjaga warisan budaya tanpa memelintir sejarah.

“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus merawat semangat kebersamaan serta menghormati para sultan sebagai bagian dari warisan sejarah Melayu.

“Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan, baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu nilai yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.(Lin)